Madame Tussauds Pecas Ndahe
Januari 25, 2013 § 60 Komentar
Jalan-jalan ke Bangkok, Thailand, rasanya kurang lengkap bila tak mampir ke museum patung lilin yang tersohor itu, Madame Tussauds.
Museum yang memiliki koleksi replika para tokoh dunia itu selalu memancing rasa penasaran saya. Maklum, saya ingin mengenal lebih dekat sosok-sosok yang biasanya hanya saya lihat dari jauh atau dari fotonya di majalah.
Maka, ketika diajak teman-teman dari Lucid Communications ke Thailand pekan lalu, saya pun menyempatkan diri mampir ke sana. « Read the rest of this entry »
Shanghai Pecas Ndahe
September 6, 2012 § 102 Komentar
Timur dan Barat bertemu di Shanghai. Begitulah kesan yang selalu tertancap di benak saya, setiap kali berjalan-jalan di kota terbesar di Cina itu.
Di Shanghai, kita bisa menemukan budaya lama Cina sekaligus ikon-ikon modern dari Barat. Saya, misalnya, masih menemukan penduduk Shanghai dengan pakaian tradisional Cina sedang berjalan-jalan di mal yang disesaki oleh toko-toko yang menjual aneka produk global terkenal, seperti Mango, Bvlgari, Zara, LV, McDonalds, dan sebagainya.
Pesiar saya ke Shanghai pada awal Agustus 2012 itu adalah yang kedua, setelah kunjungan pertama hampir sepuluh tahun silam. « Read the rest of this entry »
Berlin Pecas Ndahe
Juni 20, 2012 § 68 Komentar
Berlin dalam tiga kata? Jerman, Hitler, dan tembok. Inilah bekal yang saya simpan dalam hati ketika untuk pertama kali menginjakkan kaki di sana, April tahun 2011.
Bekal itu menari-nari sebagai imajinasi. Lalu menjelma menjadi dua video pendek. Tentang Berlin dan Pelabuhan Hamburg. « Read the rest of this entry »
Berlin Pecas Ndahe
April 20, 2011 § 55 Komentar
MUSIM semi di Berlin. Pada sebuah siang yang cerah dengan suhu 10 derajat Celsius. Ketika Laut Baltik mengirimkan angin dingin yang memerihkan pipi dan mengeringkan bibir. Bersama 12 blogger dari pelbagai negara, pada 9 April 2011 saya mengunjungi dinding paling legendaris di Eropa: Tembok Berlin.
Dulu dinding ini pernah memisahkan Berlin menjadi dua wilayah: Barat dan Timur. Tapi kini tembok ini tak seangker dulu. Sejauh mata memandang, tembok itu sekarang penuh grafiti yang indah karya pelukis-pelukis lokal.
“Setiap dua tahun sekali, pemerintah mengundang para artis setempat untuk ikut berpartisipasi melukis dinding ini,” kata pemandu wisata yang mengantar kami berkeliling. « Read the rest of this entry »



