Senja Pecas Ndahe

2008 April 23
by Ndoro Kakung

Baiklah Jeung, aku akan bercerita tentang senja yang memerah saga. Tentang warna-warni pelangi dan bidadari yang menari di tepi lazuardi. Tapi, hapuskan dulu air matamu. Ku tak kuasa menanggung pedih dan perihmu.

Ada masanya senja meneteskan air mata. Mengubah sungai jadi air telaga duka. Dan bidadari menembangkan megatruh yang nelangsa. Daun-daun luruh, lalu lesap ditelan bumi.

Mungkin kamu juga tahu, hidup memang disesaki belukar penuh duri. Tak usahlah kau semak dan gamam hati. Selalu ada jalan simpang. Kamu tinggal memilih, ke kiri atau kanan. Pesanku satu, janganlah kau ambil jalan yang dilewati orang. Mungkin tak cocok buatmu. Pilihlah saja yang tak terlalu sukar, asal nyaman bagimu.

Nanti, sebelum malam datang membawa selimut kelamnya, ku kan duduk di sisimu. Menikmati padang bintang yang berpendar-pendar di angkasa. Tapi jangan kau pinta aku memetiknya. Nanti dia kehilangan pesonanya. Lebih baik kita hitung satu per satu dan menyimpan kilaunya dalam kenangan masa silam. Kenangan yang ingin kita lupakan dalam kuburan masa silam.

Tentang senja, aku punya satu cerita. Kubawakan dari ujung dunia. Ia melukiskan perjalanan seorang lelaki paria, dengan sebongkah derita. Jalannya terbungkuk karena punggung yang terkena encok oleh duka.

Lelaki itu mungkin aku. Barangkali dia. Boleh jadi bukan siapa-siapa. Kita tak pernah tahu. Kita cuma tahu lelaki itu seperti senja, selalu melayap di antara ranting senyap dan pergi sisakan sunyi.

Lelaki itu suka mengarak rindunya ke delapan penjuru angin. Entah untuk apa. Yang kutahu cuma satu, ia selalu menggandeng temannya yang paling setia: harapan.

Harapan dan senja adalah pasangan yang tak terpisahkan. Ia selalu menjanjikan perubahan dalam keajekan. Setelah senja pergi, berganti malam, dan pagi. Tapi toh setelah embun menguap, dan siang menjerang, senja akan datang lagi. Seperti kemarin, dan kemarinnya lagi. Ajek.

Jadi untuk apa tangis dan air mata itu kalau hanya akan membuatmu berkeping-keping? Kenanglah saja senja. Dan lelaki yang menggandeng harapan di sampingnya agar kau mampu bertahan …

38 Tanggapan leave one →
  1. 2008 April 23

    Wah mulai mendayu dayu lagi Ndoro ini….

  2. 2008 April 23

    jaan… pancen ndoro tenan ki!
    *menjuraa*

  3. 2008 April 23

    banyak sekali yang menggambar senja. rupa rupi tulisan ditabur di atas meja. entah kenapa hampir semuanya sama. aku melihat duka dituntaskan disana.

  4. 2008 April 23

    Kok ngomongin laki2 ndoro….
    lam kenal…

  5. 2008 April 23

    Kenanglah saja senja. Dan lelaki yang menggandeng harapan di sampingnya agar kau mampu bertahan …

    :roll:

    *asyik dapat mantra baru*

  6. 2008 April 23
    gali permalink

    Apa ini ada hubungan nya dengan “nonadita”

    clingak clinguk kanan kiri

    weh

  7. 2008 April 23

    ini obrolan kita waktu itu? ah, ndoro…aku padamu :(

  8. 2008 April 23

    Yach…dari tadi blogwalking mellow mulu isinya…

    Jadi terpengaruh nih…

    *ikutan mellow juga…*

  9. 2008 April 23

    Sisi lain dari ndoro ato apa ini… :-/ *menatap lugu penuh tanda tanya*

  10. 2008 April 23

    weladalaahh… gombal mukiyoo tenan ndorooo :P

  11. 2008 April 23

    Senja itu ‘kan slalu datang
    Tak peduli seberapa kuat kau tentang
    Ndoro Kakungku sayang
    Mari kita nikmati bintang

    *gelar tiker, bawa kacang rebus dan bajigur*

  12. 2008 April 23

    aaah saya suka Senja versi saya sendiri Ndoro :D

  13. 2008 April 23

    wahh aku gak ngerti karepe Kang …. mumet mikire

  14. 2008 April 23

    hmm…harapan, sampai kapan? :)

  15. 2008 April 23

    uhh mendayu-dayu so melancholic.. ;)

  16. 2008 April 23

    nglangut :(

  17. 2008 April 23

    senja ituuuu nama ibuku.
    jadi ndoro cinta ibuku begitu? :D

  18. 2008 April 23

    karena diujung senjalah malam kan datang. dan pagi menjelang bersama harapan. bukan begitu ndoro…?

  19. 2008 April 23

    Karena itulah aku selalu percaya Senja adalah makna gradasi hidup. Antara ramai dan sepi, antara putih dan hitam, antara terang dan gelap. Dan biasanya aku lebih memilih untuk menikmatinya turun sampai hilang horizon di pelupuk mata. Mulai menyalakan lampu badai ku, lalu berjalan menyusul senja-senja berikutnya ke arah timur. Berharap pagi tak akan datang, meninggalkan arah mentari terbit berharap gelap tidak berakhir, bercita-cita menjemput terang dengan kaki-kaki sendiri..

    Lalu kapan kau akan menjemput terang mu sendiri, Senja?

  20. 2008 April 23

    JAH SALAH..
    HARUSNYA :
    “…Mulai menyalakan lampu badai ku, lalu berjalan menyusul senja-senja berikutnya ke arah barat..”
    :( *ga bakat menulis indah…

  21. 2008 April 23

    and I bought a ticket to the end of the twilight

  22. 2008 April 23

    tragedi tali kutang :D

  23. 2008 April 23

    ooooh ndoro…kamulah senja dan aku harapan…hiiiikkkks

  24. 2008 April 23

    ada udang di balik batu
    ada apa ndoro nulis kayak gitu

    *masih kepengaruh haha*

  25. 2008 April 23

    ma kasih ndoro…emang udah lama ya ga ngirim surat buatku… :p

    *ditendang fansnya ndoro*

  26. 2008 April 24

    hem hem hem…

  27. 2008 April 24

    Nahh… senja ini siapa… lelaki ini siapa???

    (nyaris kebawa2 pengen ikutan puitis, hahahaha, eh, tapi boleh juga… saya coba yach).

    kutitipkan rinduku pada senja…
    pada angin yang berhembus tak tentu arah..
    sampaikan pada lelaki yang menggandeng harapan itu..
    aku masih disini..
    menunggu pelangi..
    bersama sahabat..
    yang setia menemani…

    Halahhh.. udah ahhh, lagi mumet nih… :-)
    (ups… dah jam 1 lewat yah)

  28. 2008 April 24

    so sweet ;)

  29. 2008 April 24

    Senja selalu datang membawa luka.

  30. 2008 April 24

    Great post. Great writing. — Sepotong senja untuk Alina?

  31. 2008 April 24

    ya oloooooh…aku padamu banget iki ndoro…
    serius lhah!

  32. 2008 April 24

    aku baru nih…kikikikik…*isin*

  33. 2008 April 24

    Biarlah kunikmati indahnya perih. Nuraniku berbisik, seorang pangeran kan berlabuh diakhir kisah duka. Menyanding, mempersembahkan gelar permaisuri hati…

  34. 2008 April 26

    Well…. well..well
    Ndoro emang puitis dan pinter menulis….

  35. 2008 April 28

    buatku, senja adalah kesendirian. batas kehangatan matahari dan dinginnya sinar putih bulan.

    aku benci senja…

Lacak Balik & Ping Balik

  1. Untukmu Ndoro at nonadita di sini!
  2. sometimes you have to go a little crazy to stay a little sane » Blog Archive » lakon satu babak
  3. lingkar sobat blogger naralatu » Blog Archive » lakon satu babak

Tinggalkan Balasan

Note: Anda dapat menggunakan XHTML dasar di komentar Anda. Alamat surel Anda tidak akan pernah dipublikasikan.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS