Anin Pecas Ndahe

September 15, 2009 § 67 Komentar

Anindya Bakrie, putra mahkota klan Bakrie membuat blog. Apa saja isinya? Apakah bakal bertahan lama?

anindya-bakrie

Siapa tak kenal Anindya Noverdian Bakrie atau Anindya Bakrie alias Anin? Lahir pada 10 November 1974, Anin adalah anak sulung dari tiga bersaudara di keluarga Aburizal Bakrie, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat dalam kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dua adiknya adalah Anindhita Anestya Bakrie dan Anindra Ardiansyah Bakrie. Anin menikah dengan Firdani Saugi.

Di dunia bisnis, putra mahkota klan Bakrie ini dikenal sebagai Presiden Direktur PT. Bakrie Telecom dan Presiden Direktur ANTV. Ia juga merupakan Ketua Komite Tetap Telekomunikasi Kadin Indonesia.

Sebelumnya, Anin pernah bekerja sebagai pengamat finansial di Salomon Smith Barney Inc, New York. Pada Agustus 1998, SEC menggugat Anin dengan tuduhan praktek insider trading. « Read the rest of this entry »

Tantangan Pecas Ndahe

September 14, 2009 § 51 Komentar

Tiga tantangan. Tiga petualangan. Kontes paling seksi tahun ini. Sampean ndak perlu membuat apa-apa — hanya cukup mendaftar saja.

virgin-galatica

Sampean pernah membayangkan terbang ke luar angkasa, melayang, menantang gravitasi, dan melihat bumi dari kegelapan nun jauh di sana? Ingin menggelandang bersama bintang-bintang? Kalau dulu sampean cumi alias cuma bisa mimpi, sekarang sampean bisa menjadikannya kenyataan.

Sampean berpeluang menjadi satu penumpang dari hanya segelintir orang awam yang dapat pergi ke luar angkasa dengan pesawat keren Virgin Galactic, dalam sebuah misi penerbangan komersial pertama di dunia ke luar angkasa.

Caranya? Silakan baca di situs web ini atau tonton dulu video penjelasannya. « Read the rest of this entry »

Perpisahan Pecas Ndahe

September 11, 2009 § 56 Komentar

senja-kereta:: untuk para pemudik yang mulai berangkat ke stasiun …

Senja memantulkan sinarnya di jendela kereta api sore itu. Para penumpang berdesakan naik ke gerbong. Stasiun berubah bagaikan sarang lebah yang digebah. Lampu-lampu peron menyala satu-satu.

Perempuan bermafela putih itu menyipitkan mata, meredam silau. Ditatapnya paras yang memerah dari jendela senja buram kereta api. Dia baru sadar. Pipinya tomat matang.

Di luar, rel kereta berliuk-liuk panjang seperti jalan hidup yang harus ditempuh esok hari. Angin dingin tiba-tiba mengelus tengkuk. Ia mendesah. Perlahan. Kerah bajunya dia naikkan.

Setiap detik jantung perempuan itu tambah berdetak kencang. Dadanya jadi bergemuruh mirip raung suara lokomotif di ujung stasiun. Ia mencemaskan senja yang jatuh di barat dengan muram. « Read the rest of this entry »

Sheila Marcia Pecas Ndahe

September 9, 2009 § 119 Komentar

Sheila Marcia hamil. Hah? Siapa tuh Sheila? Memangnya kenapa kalau dia hamil? Perempuan kan? Normal dong. Kenapa heboh?

sheilaSampean ndak perlu ikut-ikutan heboh, Ki Sanak. Santai saja. Kehamilan itu sesuatu yang normal, alamiah, manusiawi. Bahwa penyebab atau pelaku yang membuat Sheila hamil belum diketahui, itu bukan urusan sampean atau saya. Biarlah misteri siapa yang membuat Sheila berbadan dua menjadi santapan media-media hiburan hari-hari ini.

Lagi pula, siapa sih, Sheila Marcia?

Saya sih, cuma penasaran saja. Rasanya baru kemarin Sheila membuat berita karena masuk penjara lagi setelah Mahkamah Agung mengabulkan kasasi jaksa dalam kasus penggunaan narkotika. Dan Sheila yang pernah ditahan beberapa bulan itu pun harus menjalani sisa hukuman. Eh lah kok sekarang dia sudah menghiasi halaman-halaman media lagi. Ada apakah gerangan? « Read the rest of this entry »

Buku Pecas Ndahe

September 7, 2009 § 53 Komentar

Terlalu banyak buku yang perlu dibaca. Terlalu sedikit kesempatan membaca.

Dua bungkusan mampir di meja saya pagi tadi. Dua-duanya memakai kertas cokelat sebagai pembungkus. Dua-duanya bukan sesuatu yang biasa di awal pekan. Tapi begitu saya baca pengirimnya, saya langsung bisa menebak isinya: buku!

dua buku

Voila! Benar saja. Dua bungkusan itu memang berisi buku. Buku pertama adalah Telling True Stories kiriman seorang sahabat lama. Kami pernah satu kantor pada tahun-tahun awal saya mencari nafkah di Jakarta. Buku itu adalah janji yang ditunaikannya. Pekan lalu, menjelang kepulangannya dari Bali ke Los Angeles, dia memang berjanji akan mengirim buku yang katanya, “Kamu pasti suka.”

Buku kedua adalah sebuah kumpulan cerita berjudul Kekasih Marionette, karangan Dewi Ria Utari. Kami pernah satu pabrik selama beberapa tahun, sebelum dia kemudian meneruskan peruntungan ke tempat lain.

Dua buku. Dua perempuan. Dua mantan teman satu kantor. Aha … saya tahu kenapa hari ini saya merasa begitu tersanjung. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently viewing the archives for September, 2009 at Ndoro Kakung.