BH Pecas Ndahe

November 23, 2007 § 54 Komentar

Misalkan sampean jadi guru pengawas ujian yang memergoki ada salah satu siswa tengah mencontek dengan modus seperti ini, apa yang sampean lakukan?

1. Pura-pura tak melihat.
2. Berdiri di sebelahnya.
3. Membiarkannya terus mencontek.
4. Mengambil kertas contekan.
5. Memotretnya, lalu mempublikasikannya ke blog.

Sepuluh penjawab pertama akan mendapatkan hadiah dari Puji yang mengirimkan foto ini ke saya. Dia memang orang baik dan tidak kikir. Begitu kan, Ji?

Jika sampean ternyata ndak dapat hadiah, itu urusan dia, bukan urusan saya 😀

R.I.P Pecas Ndahe

November 22, 2007 § 36 Komentar

The blog is dead. Seseorang mengeluh dengan lirih. Saya tahu, ia seolah hendak melawan, tapi tertahan. Ia kalah, tapi tidak takluk.

The blog is dead … long time ago. Air matanya tertahan di sudut. Bibirnya terkatup rapat. Saya tahu, ia gundah. Tapi, mungkin agak sedikit lega. Akhirnya ia bisa bebas, lepas dari sekat-sekat yang begitu lama membelenggu.

The blog is dead, but not the ideas. Ah, ia sudah bisa tersenyum. Saya lihat matanya menyala-nyala. Ada saga di sana.

Sebab memang, ketika pedang ditanggalkan, dan ilmu tertinggi adalah kekosongan — seperti halnya Bukek Siansu yang bahkan tak berbaju dan tak bersandal — apa lagi yang bisa mengalahkan seseorang selain dirinya sendiri? « Read the rest of this entry »

Sabu-sabu Pecas Ndahe

November 21, 2007 § 42 Komentar

Lelaki muda itu datang dengan muka rusuh. Bajunya lecek, kumel, dan apak. Rambutnya acak-acakan tanda sudah sepekan tak dirapikan.

Dan, tiba-tiba dia mengajak saya ngobrol begitu saja.

“Saya lagi mumet nih, Ndoro?” begitu kalimat pembukanya.

“Mumet? Kenapa?” saya bertanya.

“Saya jatuh cinta. Perempuan itu cantik dan pintar.”

“Wah, bagus dong. Kenapa sampean jadi lecek begitu? Bukankah jatuh cinta itu menyegarkan?”

“Seharusnya begitu, Ndoro. Tapi, ini lain.”

“Lain piye?” « Read the rest of this entry »

Delusi Pecas Ndahe

November 21, 2007 § 32 Komentar

Someone has gone too far and crossed the line. Mungkin dia mengalami delusi, tak bisa membedakan batas antara dunia nyata dan kehidupan di ranah blog. Kenapa Ndoro diam aja?

Pertanyaan itu datang tiba-tiba, singgah di handphone saya dini hari tadi. Antara kaget dan bingung, di tengah jalanan yang lengang, saya tercenung lama memikirkan pertanyaan dari seorang pengirim yang memilih anonim itu. Dan, tanpa izinnya saya kembalikan pertanyaan ini ke sampean semua, Ki Sanak.

Bukan apa-apa, saya cuma mau mengajak sampean mengenali dunia yang makin lama makin absurd ini. Ranah blog. Wilayah di mana, “Messages came across dan sampean ndak bakal tahu secara persis apa yang sesungguhnya ditulis orang,” kata seorang teman yang lain. « Read the rest of this entry »

Debat Pecas Ndahe

November 20, 2007 § 46 Komentar

Hohoho … belum sebulan nge-blog dan bergaul di ranah blog, Yusril Ihza Mahendra sudah melakukan perang terbuka melawan para pengritiknya di Indonesia Matters. Seru sekali mereka berperang kata sampai muncul yang kasar-kasar.

Ini perkembangan penting dan menarik untuk diikuti. Dan, buat kita sebetulnya, ndak penting siapa yang benar, dan siapa yang salah. Yang penting kedua belah pihak mendapatkan kesempatan yang sama untuk menyampaikan argumen masing-masing.

Saya ndak pernah membayangkan debat terbuka seperti ini bakal terjadi seandainya Yusril masih menjadi pejabat tinggi, baik sewaktu menjadi Menteri Kehakiman atau Menteri-Sekretaris Negara.

Lihat betapa kuatnya virus pengaruh blog bagi seseorang.

Saya jadi berandai-andai, seandainya para pejabat publik yang masih duduk di kursi jabatannya sekarang ini punya blog juga, lalu ada satu isu kontroversial yang menyangkut mereka, kira-kira apa yang terjadi ya? « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently viewing the archives for November, 2007 at Ndoro Kakung.