Hikmah Pecas Ndahe

Agustus 12, 2009 § 65 Komentar

Iklan yang bagus, konon, bukan sekadar pameran merek atau produk yang membujuk orang untuk membeli. Bukan iming-iming. Godaan. Ia bahkan tak semata-mata bicara tentang konsumerisme itu sendiri.

Begitulah yang saya tangkap dari iklan sampo yang memukau ini. Iklan ini saya temukan dari blog sang Begawan Paman Tyo. Saya bagikan kembali untuk sampean semua agar dapat ikut mengambil hikmahnya.

Apa yang menarik dari iklan itu? « Read the rest of this entry »

Pesantren Pecas Ndahe

Agustus 11, 2009 § 78 Komentar

Man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses.

negeri-5-menaraSeperti apakah sosok lulusan pesantren? Apakah mereka dikenal sebagai sosok yang lembut? Alim? Keras? Radikal?

Konon ada empat tipe alumni pesantren. Yaitu, yang semangat wiraswastanya menonjol, punya semangat berdakwah yang lumayan, tapi tipis semangatnya untuk jadi pegawai (25%). Tipe ini banyak dihasilkan oleh pesantren Tebuireng.

Lalu, tipe para alumni yang bersemangat dakwah tinggi, minat untuk jadi pegawai lumayan, dan tipis niatnya menjadi wiraswasta tercatat lebih dari 31%. Sebagian besar mereka ini berasal dari pesantren-pesantren di Jawa Barat.

Ada pula tipe yang semangat dakwahnya tinggi, dan semangat menjadi wiraswasta sama besar dengan minat jadi pegawai (8%). Mereka kebanyakan keluaran pesantren di Jawa Tengah, antara lain Krapyak, Lasem Kebarongan.

Terakhir adalah tipe alumni yang semangat jadi pegawainya tinggi, punya minat lumayan untuk berdakwah, tapi tipis semangat wiraswastanya (31,8%). Mereka ini kebanyakan datang dari Pondok Gontor di Ponorogo, Jawa Timur.

Empat tipe itu tak datang dari langit melainkan hasil penelitian Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) lebih dari sepuluh tahun yang lalu. « Read the rest of this entry »

Baraya Pecas Ndahe

Agustus 10, 2009 § 29 Komentar

logo-barayaSetelah sukses di Malang dan Semarang, rangkaian acara Blogshops-Pesta Blogger 2009 berlanjut ke Bandung, Jawa Barat. Nah, wilujeung sumping!

Seperti di dua kota sebelumnya, komunitas narablog setempat akan menjadi tuan rumah. Di Bandung, tuan rumah itu ada dua: Bandung Blog Village (BBV) dan Bandung Kota Blogger (Batagor).

BBV dan Batagor akan bekerja sama dan menggelar perhetalan yang diberi nama Baraya Blogger. Apa itu?

Menurut penjelasan yang tertulis di blog agregator Batagor:

Baraya Blogger yang dalam Bahasa Indonesia berarti “Saudara Blogger”, adalah suatu nama kegiatan Blogger Bandung hasil kerja sama komunitas blogger regional di sini, yaitu Batagor (Bandung Kota Blogger) dan BBV (Bandung Blog Village). Dua komunitas yang selama ini sering mengadakan kegiatan secara terpisah, meski tidak jarang juga kami saling membantu.

Asal muasal pembentukan Baraya Blogger adalah dalam rangka menyambut kegiatan Roadshow to Pesta Blogger 2009, yang akan datang ke Bandung pada tanggal 12 Agustus 2009. Tapi terlepas dari kegiatan Pesta Blogger, dua komunitas itu berencana akan secara rutin mengadakan “Pesta Blogger Mini” melalui Baraya Blogger ini untuk para blogger yang berdomisili di Bandung dan sekitarnya pada tahun-tahun selanjutnya.

Jadi seandainya sampean narablog yang berdomisili di Bandung, atau pernah tinggal di Bandung, atau peduli dengan kemajuan Bandung, bergabunglah bersama komunitas itu. Boleh pilih salah satu atau kedua-duanya sekalian. « Read the rest of this entry »

Calo Pecas Ndahe

Agustus 7, 2009 § 89 Komentar

Lama-lama, narablog itu mirip calo. Bisa dimintai tolong membuat acara ini dan itu. Eh diundang ikut lelang pula. Doh!

Begitulah yang saya rasakan dan alami beberapa hari belakangan ini. Tentu saja perasaan itu tak datang dari ruang hampa. Cerita dimulai ketika beberapa hari yang lalu saya terbang ke Bangkok, Thailand, untuk suatu urusan dinas. Halah, dinas! Pokoknya bukan acara piknik begitulah.

Urusan itu saya bereskan dalam sekejap, nyaris tanpa gangguan apa pun. Kecuali saat saya sedang makan siang. Mendadak telepon genggam saya menjerit nyaring. Krang-kring-krang-kriiiiiiing … !

Saya lihat nomor identitasnya tak keluar. Berarti panggilan internasional. Mungkin dari Jakarta, begitu saya membatin. Karena merasa panggilan itu mungkin penting dan mendesak, saya pun menerimanya.

Setelah berbasa-basi membuka percakapan, si penelepon memperkenalkan diri. “Mas, ini saya Miss Riwil dari maskapai penerbangan internasional Kalong Lupa Makan Airlines. Perusahaan saya mau membuat lomba penulisan blog. Boleh minta tolong nggak?”

Dalam hati saya mengeluh. Again? Tapi demi menyenangkan hati perempuan yang menelepon itu, mulut saya pun berkata lain. “Eh, boleh dong. Apa yang bisa saya bantu?”

“Banyak, Mas. Bagaimana kalau besok kita meeting saja untuk membicarakan masalah ini?”

“Di mana?”

“Di Plasa Senayan, Mas.” « Read the rest of this entry »

Mbah Surip Pecas Ndahe

Agustus 5, 2009 § 69 Komentar

Mbah Surip melejit bagaikan meteor. Tiba-tiba berpendar terang di tengah gelap malam. Melintas cepat. Lalu menghilang. Tanpa menggendong apa-apa. Benarkah dia korban industri musik kita?

Hari-hari ini, siapa tak kenal Mbah Surip? Dari balita sampai manula, dari petani di Sawahlunto hingga di tukang ojek di Tanahabang. Bahkan para pengamen jalanan pun bisa membawakan lagunya dengan sangat fasih.

“Tak gendong, ke mana-mana. Tak gendong …”

Dan kita pun tersentak ketika Urip Ariyanto alias Mbah Surip, lelaki kelahiran 5 Mei 1957, di Magersari, Mojokerto, Jawa Timur, ini meninggal Selasa kemarin setelah terkena serangan jantung.

Kita pun seolah tersadar, Mbah Surip hanya singgah sebentar. Dalam persinggahannya yang singkat itu ia menjadi salah satu orang yang membuat kita beriang-riang di tengah tekanan hidup yang kian kehilangan humor dan kejenakaan. Ia menyanyi dengan gembira, lucu, seolah tanpa beban. Menyanyi dengan hati, bisik seseorang.

Di mata Mbah Surip, hidup mungkin sebuah lukisan pemandangan yang indah. Tanpa cacat. Itu sebabnya, mungkin, dia selalu terbahak-bahak, setiap kali bernyanyi.

Barangkali juga ia merasa hidup itu sebuah masa yang hanya perlu dinikmati belaka. Urip mung mampir nyanyi. Dan karena itu ia tak pernah terdengar mengeluh. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently viewing the archives for Agustus, 2009 at Ndoro Kakung.