Kenikmatan Pecas Ndahe

Juni 24, 2015 § 65 Komentar

Ramadan membawa berkah. Juga kemacetan. Di Jakarta, saya merasakan jam kemacetan maju 30 menit lebih cepat dari biasanya. Kepadatan lalu lintas pada sore hari yang biasanya dimulai pukul 16.00, menjadi 15.30. Saya duga ini disebabkan oleh banyak orang mengejar waktu berbuka puasa.

Majunya waktu kemacetan ini membuat jalanan nyaris tak pernah sepi dari pagi hingga sehabis senja. Dan orang-orang pun merasakan kemacetan di Jakarta semakin parah.

Saya merasa kemacetan di Jakarta makin parah terutama karena ada proyek pembangunan yang tengah berjalan berbarengan, yaitu jalan layang Ciledug-Tendean dan MRT di sepanjang Blok M-Sudirman-Thamrin.

Proyek Manager Jalur Layang PT MRT, Heru Nugroho, mengatakan kecepatan berkendara di Jakarta pada pagi dan sore hari hanya 5 kilometer per jam. Sebab, jumlah populasi dan kendaraan saat jam pergi dan pulang kerja melonjak.

Lamanya waktu yang dihabiskan para pengendara di jalan melahirkan anekdot “tua di jalan”. Menurut Alexander Sriewijono, psikolog dari People Development and Change Management, masyarakat urban menghabiskan sekitar 400 jam di jalan selama setahun. Angka itu sama dengan 2,5 bulan waktu bekerja, hanya karena kemacetan lalu lintas.

Kemacetan juga menyebabkan tingginya tingkat stres di kalangan kaum urban. Tingginya tingkat stres kaum urban, terutama para pengguna jalan, berpotensi memicu bahaya. Karena itu tingkat stres perlu diturunkan.

Ada banyak cara meredakan stres. Buat saya, mendengarkan musik merupakan salah satu cara menjaga meredakan stres dan keseimbangan jiwa. Semacam injeksi emosional. Musik dan lagu bisa mengobati rasa jemu dan kesal saat tak punya pilihan aktivitas lain di dalam kendaraan yang berhenti di tempat atau merayap di jalanan.

β€œOne thing about music, when it hits you, you feel no pain.” – Bob Marley

Ada beberapa cara mendengarkan lagu di dalam kendaraan yang melaju. Saya bisa menyetel radio, mendengarkan CD/MP3 player, atau membuka playlist di dalam smartphone. Belakangan ini saya lebih suka membuka Youtube, SoundCloud, juga situs-situs untuk mendengarkan musik berdasarkan permintaan seperti Deezer.

Saya merasa bahwa mendengarkan lagu secara daring (online) atau streaming memang mulai nyaman. Video atau lagu yang didengarkan tak putus-putus lagi seperti dulu. Apa sebab? Tentu saja lantaran koneksi Internet makin membaik, khususnya di beberapa tempat tertentu.

Bahkan koneksi Internet bergerak pun, terutama di Jakarta, sudah memungkinkan orang mengakses situs-situs musik dan mendengarkan lagu tanpa buffering. Kita bisa memakai koneksi 4G yang disediakan oleh para operator telepon selular, atau menggunakan modem wifi Bolt!.

modem, wifi, Bolt!

Paket Bolt! Orion, bonus free kuota 8GB

Berdasarkan pengalaman selama ini, koneksi internet via modem wifi 4G sangat kencang pada waktu dan lokasi tertentu. Kita bisa memperoleh kecepatan rata-rata di atas 5Mbps, saya bahkan pernah memperoleh 9 Mbps pada pukul 22.30 WIB di dalam rumah saya di Kota Tangerang dengan modem wifi Bolt!. Padahal sampai tahun lalu sinyal Bolt! tak mampir di rumah saya. Ini jelas kemajuan besar.

Hasil speed test modem wifi Bolt! di rumah saya bisa dilihat di sini.

Bolt!, internet, access, speedtest

Hasil SpeedTest Bolt! 4G dari kawasan Batuceper, Tangerang

Dengan kecepatan seperti itu saya sudah bisa menonton Youtube tanpa mengalami buffering. Musik dan video berjalan mulus tanpa jeda.

Saya sekarang selalu mengantongi modem Bolt! ke mana-mana. Di dalam mobil, saya nyalakan modem wifi dan smartphone. Kemudian saya buka Youtube atau Deezer, pilih video atau lagu yang ingin saya nikmati, lalu klik. Selanjutnya adalah hiburan sepanjang perjalanan.

DUET MAUT |  smartphone dan modem wifi Bolt!

DUET MAUT | smartphone dan modem wifi Bolt!

Modem wifi menjamin sambungan ke Youtube dan situs-situs penyedia lagu nyaris tanpa pernah putus sama sekali. Sesekali saya ganti mendengarkan lagu-lagu dari siaran streaming milik stasiun radio favorit saya.

Perjalanan dari rumah di Kota Tangerang menuju kantor di Pancoran melewati jalan tol dalam kota kini berubah menyenangkan. Duet maut modem wifi Bolt! dan smartphone telah membuat hidup saya berbeda.

>> Selamat hari Rabu, Ki Sanak. Apakah sampean biasanya tahan berpuasa meski di tengah kemacetan?

Iklan

Tagged: , , , , , ,

§ 65 Responses to Kenikmatan Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kenikmatan Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: