Abdul Hadi Jamal Pecas Ndahe

Maret 4, 2009 § 218 Komentar

Bagaimanapun pandainya seseorang menyembunyikan borok, Internet sanggup membongkarnya. Bau busuk yang disimpan rapat-rapat bakal tercium juga.

shout boxSaya mendapatkan pelajaran itu dari kasus Abdul Hadi Djamal. Anggota DPR RI Komisi Perhubungan ini ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi karena diduga menerima suap pada Senin malam lalu.

Dalam sekejap, blog pribadi anggota Partai Amanat Nasional ini mendadak kena imbas. Pengunjung ramai-ramai meninggalkan komentar bernada caci-maki dan hujatan di shout box. Aksi kecaman ini bahkan diberitakan di media-media daring seperti Tempo Interaktif.

Mungkin agar tak membuat citra Hadi Jamal kian tercoreng, admin/tim suksesnya segera bergerak. Mereka memblokade akses ke blog itu. Penutupan sementara blog itu berlangsung sekitar pukul 18.00 – 19 WIB. Dalam kurun waktu tersebut, pengakses hanya mendapatkan satu halaman bertuliskan, “Blog ini terbuka hanya untuk pembaca yang diundang saja.”

Mulai tadi pagi ini, blog itu sudah bisa diakses lagi. Tapi tampilan dan isinya berubah total.

Header blog yang semula bertuliskan “Ir Abdul Hadi Djamal MM, Anggota Komisi V DPR RI (Saat Ini Kembali Mencalonkan Diri Sebagai Anggota Legislatif Dari Partai Amanat Nasional (PAN) Di Daerah Pemilihan I Sulsel meliputi Kota Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Selayar” telah berubah menjadi “Perjuangan Tidak Berakhir di Ujung Terali Besi Pak!!!” « Read the rest of this entry »

PKN Pecas Ndahe

Maret 3, 2009 § 84 Komentar

Kali ini kita ngobrol tentang anak sekolah dan pekerjaan rumahnya. Syahdan ada seorang bocah lelaki dari salah satu kota satelit Jakarta. Dia masih duduk di bangku kelas 3 sebuah sekolah swasta cukup ternama, cabangnya ada di mana-mana.

Pada suatu hari, ibu guru meminta anak itu dan semua murid kelas 3 membuka buku pelajaran PKN atawa Pendidikan Kewarganegaraan. Pagi itu, ibu guru hendak menerangkan materi tentang harga diri. Setelah menerangkan panjang kali lebar, lengkap dengan contoh-contohnya, ibu guru mengambil kesimpulan atas pelajaran itu.

“Jadi harga diri adalah penilaian seseorang terhadap diri orang lain. Orang lain menilai diri kita berdasarkan tingkah laku kita. Paham anak-anak?” tanya ibu guru.

Murid-murid serentak menjawab, “Pahaaaaaaaaaam …”

Ibu guru melanjutkan penjelasannya. “Harga diri seseorang berperan penting dalam pergaulan. Orang yang harga dirinya baik adalah jika orang itu bertingkah laku sesuai norma. Sebaliknya, orang yang harga dirinya tidak baik adalah orang tingkah lakunya tidak sesuai norma. Tahu bedanya anak-anak?”

Anak itu menjawab berbarengan dengan teman-temannya, “Tahuuuuuuuuu …”

“Nah, kalau sudah tahu, sekarang ibu akan memberikan PR untuk kalian. Kalian harus membawa gambar-gambar contoh orang yang harga dirinya tidak baik. Tidak usah banyak-banyak. Satu saja sudah cukup. Besok dikumpulkan ya. Mengerti?” tanya ibu guru.

“Mengertiiiiiiiiiii …” jawab murid-murid. Dan bel tanda pelajaran berakhir pun berdentang. Murid-murid pulang dengan riang. « Read the rest of this entry »

Trotoar Pecas Ndahe

Maret 2, 2009 § 101 Komentar

Komunitas blogger Bundaran Hotel Indonesia (BHI) terancam pindah tempat nongkrong. Kalau terpaksa pindah markas, lantas apakah nama mereka harus berubah?

Sinyal buruk itu sebenarnya sudah saya dengar sejak pekan lalu lewat milis BHI. Tapi baru Ahad kemarin mendapatkan semacam konfirmasi melalui sebuah tulisan pendek di Kompas Minggu dengan judul menohok: JANGAN GUSUR KAMI.

anak-anak bhi ngumpul

Sekilas aktivitas blogger komunitas BHI. (Foto minjem entah punya siapa).

Apakah gerangan penyebabnya? « Read the rest of this entry »

Colonel Pecas Ndahe

Februari 27, 2009 § 65 Komentar

Serupa tapi tak sama. Begitulah penampilan dua blog ini. Yang pertama, kita tahu, adalah Colonel Seven milik Iqbal Prakasa alias Gembul sang juragan angkringan Wetiga.

colonel seven colonel six

Nah, yang kedua ini entah milik siapa. Tapi namanya mirip, cuma beda satu angka: Colonel Six.

Mengapa keduanya menarik untuk dicermati dan ditulis di sini? « Read the rest of this entry »

Pilah-Pilih Pecas Ndahe

Februari 25, 2009 § 54 Komentar

Pemilu masih sebulan lebih. Tapi sebelum hari pencontrengan 9 April 2009 tiba, semua sudah berkemas-kemas menyambut perhelatan politik terbesar di negeri ini.

pilah-pilih

Para calon legislator sudah menjual diri. Ada yang memasang iklan di televisi, lebih banyak lagi hanya mampu nampang di pohon-pohon tepian jalan. Partai-partai juga telah ancang-ancang jauh-jauh hari. Siap program, siap bertarung. « Read the rest of this entry »