Instagram Pecas Ndahe

Juli 8, 2011 § 104 Komentar

Kawan baik saya, seorang fotografer jempolan, tiba-tiba mengeluh. “Asem tenan, Mas. Instagram itu lama-lama bisa membuat kamera DSLR saya pensiun,” katanya.

“Loh, kenapa, Mas?” saya bertanya. « Read the rest of this entry »

Aplikasi Pecas Ndahe

Mei 16, 2011 § 46 Komentar

Pada sebuah malam yang riuh, seorang kawan tiba-tiba memamerkan BlackBerry miliknya.

“Sudah pernah lihat ini belum, Ndoro?” dia bertanya seraya menunjukkan sesuatu di layar.

BlackBerry app Ndoro Kakung

Lelaki itu Oon namanya, kepala pengembang aplikasi di TujuhLangit. Malam itu, di tengah berlangsungnya Obrolan Langsat, dia menunjukkan aplikasi BlackBerry khusus untuk saya. « Read the rest of this entry »

Kompetisi Pecas Ndahe

Maret 26, 2011 § 67 Komentar

Atlet dayung kaliber internasional, Bill Havens, tengah menjalani masa karantina menjelang kejuaraan dunia mendayung. Tiba-tiba Havens menerima kabar istrinya akan segera melahirkan.

Begitu mendengar kabar penting itu, Havens memilih untuk mengemas kopernya dan segera pulang. Ia bahkan melewatkan peluang meraih medali kejuaraan dunia dengan meninggalkan kamp latihan. Ia memutuskan untuk menunggui istrinya yg akan melahirkan.

Belasan tahun kemudian, tepatnya pada 1952, Bill menerima telegram dari putranya, Frank yang pada saat itu baru saja memenangkan medali emas kano 10.000 meter pada Olimpiade di Finlandia.

Telegram itu berbunyi: « Read the rest of this entry »

Restoran Pecas Ndahe

Maret 14, 2011 § 70 Komentar

Seorang narablog jajan di sebuah restoran. Karena kecewa atas layanan restoran itu, dia lalu menuliskan kritik di blog.

Cerita kemudian bergulir begitu rupa, bahkan sempat terdengar bakal ada gugatan. Tapi batal. « Read the rest of this entry »

Postcard Pecas Ndahe

Januari 14, 2011 § 36 Komentar

“Sarapan tuh harus dengan cinta, Mas,” katamu membuka rahasia pilihan menu.

“Halah. Cinta? Maksudmu?” “Love is like riding a bike. If you fall, you have to get back up again. Begitu juga sarapan. Kalau pagi ini kamu tak menemukan sarapan yang memenuhi seleramu, coba lagi besok.”

Kutipan itu adalah penggalan prosa terbaru lanjutan serial #28hari yang baru saja terbit sore ini. Pertama kali muncul persis satu tahun lalu, #28 hari ternyata mendapat respons yang luar biasa dari beberapa kawan, seperti sampean.

Versi lanjutan itu akhirnya saya buat setelah beberapa hari yang lalu Hanny bertanya apakah saya tak tertarik meneruskannya. Proyek #28hari memang merupakan proyek bersama saya dan Hanny — perempuan yang jarinya tangkas merangkai kata menjadi kalimat-kalimat yang romantik.

Satu tahun mungkin waktu yang sebentar. Tapi dari yang sebentar itu #28hari telah melewati beberapa momentum yang penting. Momen pertama adalah ketika ia diunggah dalam bentuk dokumen di Scribd supaya bisa diunduh oleh siapa saja. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Blog category at Ndoro Kakung.