Bom Pecas Ndahe
Juli 21, 2009 § 92 Komentar
Teroris itu mirip buaya. Mereka menunggu mangsa dengan sabar. Mata setengah terpejam seperti tengah bermalas-malasan. Dan ketika korban terlena. Bum!
Apa yang tersisa setelah bom meledak, korban bergelimangan, dan berita berseliweran? Mungkin kesedihan keluarga para korban. Isak tangis. Kebingungan. Dan rasa marah. Sebagian lagi mungkin merasa kembali memiliki dorongan dan kehendak untuk memperkokoh persatuan bangsa.
Saya melihat ada begitu banyak reaksi orang pasca ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta, pada Jumat pekan lalu. Juga beredar beberapa versi teori, analisis, dan tak sedikit pendapat asal-asalan tentang motif pengeboman. Kebanyakan tak berangkat dari fakta. Ada yang mengatakan pengeboman berkaitan dengan pemilu. Ada yang bilang ini ulah para spekulan ekonomi asing. Dan sebagainya. Dan khalayak jadi kebingungan.
Pertanyaan terbesarnya: siapakah pelaku peledakan bom Marriott dan Ritz? Apa motifnya? « Read the rest of this entry »
QR-Code Pecas Ndahe
Juli 20, 2009 § 42 Komentar
Seseorang tiba-tiba mengusulkan saya menulis tentang QR code. Alasannya, ini teknologi baru yang sedang ngetrend. Banyak pihak juga sudah memasangnya di pelbagai jenis produk.
Karena penasaran, saya pun mencari informasi tentang QR Code.
QR Code adalah kode matriks (barcode dua dimensi) yang dibuat dan dikembangkan oleh perusahaan Jepang, Denzo Wave, pada 1994. Jadi siapa pun mestinya tak perlu gembar-gembor sebagai pelopor pemakaian QR di Indonesia dan berbangga diri karena teknologi ini yang sebenarnya sudah usang.
Bloger kondang, Maseko, bahkan sudah menuliskan soal QR Code ini persis setahun yang lalu di sini.
QR adalah singkatan dari quick response, sesuai harapan pembuatnya yang menginginkan kode ini segera didekode. Seperti halnya barcode, di balik kode matriks itu tersimpan data, yakni informasi kontak, alamat email, url, nomor telepon, nama perusahaan, geoposisi, jadwal acara, dan teks. « Read the rest of this entry »
Freeport Pecas Ndahe
Juli 16, 2009 § 53 Komentar
Papua, Freeport, dan penembakan adalah trio yang erat sejak 1970-an. Ada masalah kemakmuran, ketimpangan ekonomi, dan rebutan jatah keamanan.
Sebuah pesan pendek masuk ke telepong genggam saya pagi tadi. Pengirimnya seorang kawan lama, konsultan di sebuah departemen. Isinya singkat saja. Sebuah pujian.
“Keren bener cover koran hari ini. salut dan salam buat infografernya.”
Saya tersenyum, lalu membalas pujian itu seraya mengucapkan terima kasih. Padahal terus terang saya malah belum melihat seperti apa sampul yang dipuji itu.
Saya baru tahu setelah menemukan koran itu di meja kerja saya. Dan sepakat dengan penilaian kawan lama saya lewat SMS tadi.
Sampul itu bercerita tentang insiden penembakan di daerah yang terus mendidih sejak lebih dari dua puluh tahun silam, Papua. Aksi penembakan misterius itu memakan korban warga Australia dan sejumlah polisi lokal. Apakah gerangan yang sedang terjadi di bumi cendrawasih itu? Kenapa masalah keamanan selalu muncul di sana? « Read the rest of this entry »
Konferensi Pers Pecas Ndahe
Juli 14, 2009 § 82 Komentar
Ketika matahari tengah memanggang Jakarta seperti saat ini. Saat sampean mengusap perut yang kekenyangan setelah makan siang. Sewaktu kondektur bus kota berteriak dengan suara serak memanggil-manggil penumpang di terminal yang kerontang ….

Cahyana, Iman Brotoseno, dan Cameron Hume
Nun di sebuah ruangan yang adem dan nyaman, sejarah tengah dipahat. Para narablog tengah menggelar konferensi pers mengenai perhelatan akbar tahunan yang legendaris itu: Pesta Blogger 2009.
Konferensi pers dilakukan di Departemen Komunikasi dan Informatika, Jakarta. Hadir dalam acara ini, antara lain Menteri Komunikasi dan Informatika M. Nuh, Duta Besar Amerika Serikat Cameron Hume, Chairman Pesta Blogger 2009 Iman Brotoseno, panitia, dan tamu-tamu lain. Acara ini sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan Pesta Blogger 2009. « Read the rest of this entry »
