Kuakui Pecas Ndahe

November 9, 2007 § 27 Komentar

Benarkah perempuan itu makhluk yang enggan mengungkapkan rahasianya? Apakah perempuan memang cenderung tertutup soal seks? Mengapa para pria justru sebaliknya.

Pertanyaan itu muncul di benak saya setelah Daustralala mengabarkan situs Kuakui ini dan saya membuka satu demi satu halamannya.

Dan terus terang saya ngakak sesudahnya. Jumlah orang iseng ternyata memang makin banyak, selalu muncul yang lucu dan ngeselin seperti ini. Hahaha … « Read the rest of this entry »

Bola Pecas Ndahe

November 7, 2007 § 37 Komentar

Bukan maksud saya mau melecehkan perempuan, Ki Sanak. Tapi, saya cuma mau meneruskan obrolan dua penyiar iRadio, Poetri Soehendro dan M. Rafiq.

Menurut mereka, perempuan itu bisa diibaratkan olahraga/permainan bola. Maksudnya?

>> Perempuan berumur 20 tahunan itu seperti sepak bola. Bolanya satu, yang berebut 22 orang.

>> Perempuan usia 30-an seperti olahraga basket. Bola satu buat rebutan sepuluh orang.

>> Perempuan yang sudah 40-an tahun seperti pingpong. Yang main cuma dua orang, bolak-balik mukul satu bola yang sama.

>> Nah, kalau perempuan 50-an tahun itu katanya mirip olahraga golf. Mainnya sendirian. Kalau ketemu bola langsung dipukul jauh-jauh. Halah!

Apa benar begitu, Ki Sanak?

Menstruasi Pecas Ndahe

Oktober 5, 2007 § 33 Komentar

Jumat sore yang sibuk di kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan. Jalanan “pamer ruli” alias padat merayap ruwet sekali. Seorang lelaki muda duduk gelisah di atas jok kulit empuk di dalam BMW 130i M Sport warna perak metalik.

Berkali-kali ia menengok arloji Audemars Piguet berban kulit hitam di tangannya. Matanya memelototi bajaj dan metromini yang knalpot rombengnya memuntahkan asap hitam pekat dan sedari tadi nyaris tak bergerak di depannya.

Mendadak ia merasa gerah. Sangat gerah. Peluh mulai membasahi jidat dan punggungnya. Juga dadanya yang berbulu. Heran, kenapa AC mobil tiba-tiba tak berdaya mengusir panas matahari sore yang menyengat begini? « Read the rest of this entry »

Godaan Pecas Ndahe

Oktober 3, 2007 § 48 Komentar

Pada sebuah motel di pinggir selatan Jakarta. Malam belum terlalu tua. Baru juga pukul 21.00. Sepasang lelaki dan perempuan tergolek telanjang di atas ranjang yang kusut masai. Baju mereka berceceran di lantai. Botol-botol air mineral kosong berserakan di atas meja. Sebuah asbak bundar dari beling nyaris penuh puntung.

Si lelaki terpejam. Si perempuan menatap wajah lelaki paruh baya itu nyaris tak berkedip. Keringat mengalir pelan dari dahi si lelaki, turun ke leher. AC di dinding berkekuatan 1 PK itu tampaknya tak kuasa mendinginkan ruangan.

Si perempuan mengusap pelan butir-butir keringat itu, khawatir sang lelaki terbangun. Ia tak mau kenikmatannya menatap telaga yang teduh dan tak setiap hari ada di depannya itu terganggu. Begitu tenang, begitu nyaman. Hangat. Menenangkan.

“Are you staring at me, dear?” lelaki itu tiba-tiba terjaga dan bertanya. “Something wrong?” « Read the rest of this entry »

Harapan Pecas Ndahe

September 17, 2007 § 32 Komentar

One look at love and you may see
It weaves a web over mystery,
All ravelled threads can rend apart
For hope has a place in the lover’s heart.
Hope has a place in a lover’s heart … [Enya]

Malam yang murung di pabrik yang sepi. Para buruh sudah pulang sejak tadi. Tinggal satu-dua orang yang masih bertahan menyelesaikan pekerjaan. Sayup-sayup terdengar suara Enya menyanyikan Hope Has A Place yang nglangut itu dari pemutar CD milik seorang teman di pabrik. Ugh, hati saya ikut nglangut. Kosong.

Sudah tiga hari berlalu sejak Diajeng terbang ke Milan. Rasanya sudah bertahun-tahun. Saya masih belum mengerti juga bersama siapa dan mengapa ia mendadak pergi. Terlalu banyak yang saya ndak tahu. Saya sampai pecas ndahe memikirkan kelebatan bayangan demi bayangan hidup yang bersicepat melawan waktu. Seperti hubungan saya dan Diajeng dulu. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Psikologia category at Ndoro Kakung.