Surga Pecas Ndahe

Oktober 21, 2015 § 45 Komentar

Seorang kawan mengirimkan tulisan ini ke grup WA yang saya ikuti. Sebuah tulisan yang menyentuh menurut saya. Dan membuat saya merenung dalam-dalam.

ibu, anak, mother

Foto ilustrasi dari Pixabay.com

Saya kira tulisan ini juga telah beredar dari satu grup ke grup lain. Saya minta maaf jika di antara sampeyan semua, ada yang sudah pernah membacanya. Saya bagikan lagi di sini karena saya ingin agar sampeyan yang belum pernah membacanya bisa beroleh manfaat. « Read the rest of this entry »

Suami Pecas Ndahe

Oktober 16, 2015 § 32 Komentar

Seperti apakah sosok suami idaman? Banyak perempuan mengangankannya, tapi banyak yang kemudian hanya mendapatkan rasa kecewa.

Ada begitu banyak kisah tentang suami yang menyia-nyiakan istrinya, mengabaikannya, meninggalkannya begitu saja, atau bahkan ada yang tega menganiaya ibu dari anak-anaknya.

Oleh sebab itu, saya seperti tersengat setelah membaca kisah tentang suami-istri yang diterbitkan di Beritagar.id ini.

Foto ilustrasi dari Pixabay.com

Foto ilustrasi dari Pixabay.com

Alkisah ada seorang istri yang hendak memberi kejutan pada suaminya. Kejutan itu berupa koleksi foto seksi dirinya. « Read the rest of this entry »

Kenangan Pecas Ndahe

September 30, 2015 § 47 Komentar

Bagaimana kita seharusnya merekam pengalaman? Di dalam hati, telepon, laptop, album foto, atau apa? Perlukah sebenarnya kita menyimpan kenangan?

Foto ilustrasi merawat kenangan: Pixabay.com

Foto ilustrasi merawat kenangan: Pixabay.com

Pertanyaan itu menari-nari di kepala saya, menggelitik rasa penasaran, setelah membaca status Path sahabat saya, Tikabanget. Di akun Path-nya, Tika menulis begini …. « Read the rest of this entry »

Brikpiknik Pecas Ndahe

September 28, 2015 § 18 Komentar

Apa masalah terbesar kita? Pendidikan? Kesehatan? Kemiskinan? Korupsi? Pangan? Sandang?

Kalau kita ajukan pertanyaan itu pada seratus orang, kemungkinan besar kita akan mendapatkan seratus jawaban yang berbeda-beda. Tapi menurut Dale Carnegie, masalah terbesar yang mungkin kita hadapi adalah berurusan dengan orang lain.

Boleh saja kita berpendapat bahwa masalah terbesar di Indonesia itu, antara lain korupsi, kesehatan, atau pendidikan. Tapi untuk menyelesaikan masalah tersebut, kita harus berurusan dengan orang lain: Menangkap koruptor, mendidik orang tentang pentingnya pencegahan penyakit, atau mencetak guru.

Foto ilustrasi: Pixabay.com

Foto ilustrasi pesan oleh Pixabay.com

Berurusan dengan orang lain membutuhkan komunikasi. Ketepatan komunikasi di era sekarang jauh lebih penting dibanding dulu karena kita hidup di masa yang rentan. Ketika pesan yang ambigu atau salah dimengerti bisa menimbulkan bencana.

Risiko yang ditimbulkan pada zaman ini lebih besar karena pilihan media yang begitu banyak. Banyaknya ragam media membuat aktivitas menarik perhatian begitu sulit. Setiap patah kata, setiap isyarat nonverbal, setiap tatapan mata yang hening di zaman sekarang mesti dipelajari dengan saksama, tak seperti sebelumnya. « Read the rest of this entry »

Beritagar Pecas Ndahe

September 11, 2015 § 33 Komentar

Terhitung mulai 1 Agustus 2015, saya pindah pekerjaan ke situs Beritagar.id. Dulu situs ini dikelola oleh teman-teman di Jalan Langsat, Jakarta.

Pada Senin, 24 Agustus 2015, situs ini bersalin rupa. Serba baru. Baik nama, logo, tata muka, jenis huruf, warna, maupun para jurnalis yang bekerja di ruang redaksi, telah berubah.

beranda Beritagar.id

Halaman depan situs Beritagar.id


Beritagar.id versi baru merupakan gabungan dari situs kurasi publik, Lintas.me, dengan situs kurasi Beritagar.com.

Pada praktiknya Beritagar.id melakukan agregasi, pengumpulan aneka konten dari pelbagai sumber di Internet. Meski demikian, Beritagar.id tidak sekadar membuat daftar tautan, seperti yang dikenal selama ini tentang situs agregasi. « Read the rest of this entry »

Kenikmatan Pecas Ndahe

Juni 24, 2015 § 64 Komentar

Ramadan membawa berkah. Juga kemacetan. Di Jakarta, saya merasakan jam kemacetan maju 30 menit lebih cepat dari biasanya. Kepadatan lalu lintas pada sore hari yang biasanya dimulai pukul 16.00, menjadi 15.30. Saya duga ini disebabkan oleh banyak orang mengejar waktu berbuka puasa.

Majunya waktu kemacetan ini membuat jalanan nyaris tak pernah sepi dari pagi hingga sehabis senja. Dan orang-orang pun merasakan kemacetan di Jakarta semakin parah.

Saya merasa kemacetan di Jakarta makin parah terutama karena ada proyek pembangunan yang tengah berjalan berbarengan, yaitu jalan layang Ciledug-Tendean dan MRT di sepanjang Blok M-Sudirman-Thamrin.

Proyek Manager Jalur Layang PT MRT, Heru Nugroho, mengatakan kecepatan berkendara di Jakarta pada pagi dan sore hari hanya 5 kilometer per jam. Sebab, jumlah populasi dan kendaraan saat jam pergi dan pulang kerja melonjak. « Read the rest of this entry »

Lombok Pecas Ndahe

Juni 8, 2015 § 46 Komentar

Ke Lombok lagi. Ini yang kedua kali. Kunjungan saya pertama Desember 2009. Hampir enam tahun yang lalu. Meski sama lokasi, kali ini beda tujuan dan teman perjalanan.

gili1

Pada kunjungan pertama dulu, saya dan beberapa blogger (Fany, Ollie, Pitra) diundang Acer Indonesia untuk mengikuti workshop tentang teknologi.

Pada kunjungan kali kedua ini, Mbak Dewi Shintawati, Regional Public Relations Manager – Bali & Lombok, Archipelago International, mengundang saya dan teman-teman blogger, yaitu Ainun Chomsun, Alle, Burhan Abe, Dimas Novriandi, Muhamad Imam, dan Ivan Loviano untuk jalan-jalan ke Lombok. « Read the rest of this entry »