Typo Pecas Ndahe

Mei 21, 2007 § 8 Komentar

Mengapa akurasi penting dalam jurnalistik, bahkan typo atau salah ketik pun tak boleh ditoleransi?

Daus pasti lebih bisa menjelaskan alasannya ketimbang saya. Dia pandai dalam urusan jurnalisme dan teknik menulis. Kepadanyalah saya sering berguru.

Saya lebih suka menjelaskan ke sampean dalam bahasa yang lebih umum, lebih gamblang, melalui contoh.

Dua kata di bawah ini bisa menjadi contoh mengapa jurnalisme menjunjung tinggi akurasi. Karena, jangankan typo, bahkan ndak salah ketik pun bisa beda artinya.

Cream pie atau creampie?
Facial atau facial?

Itulah alasan mengapa akurasi itu penting, Ki Sanak? 😀

Sampean punya contoh lain yang sama?

Lengser Pecas Ndahe

Mei 21, 2007 § 16 Komentar

Seorang raja, pemimpin yang bertahan lama, melepaskan kekuasaannya. Hari ini, sembilan tahun yang lalu. Saya mengikuti perubahan sejarah itu melalui pesawat televisi di tengah sebuah kota kecil yang adem dan tenang di Jawa Tengah.

Saya ingat, hotel tempat saya menginap — bekas penjara di zaman kolonialisme Belanda — waktu itu cuma berisi beberapa tamu, kebanyakan orang asing. Sebagian besar tamu sudah check out beberapa hari sebelumnya atas permintaan kedutaan mereka masing-masing. Sebagian lagi memilih bertahan di hotel karena tak tahu harus ke mana. Transportasi susah dicari. Kalaupun ada bangku kosong, sopirnya tak berani melakukan perjalanan jauh.

TV berlayar lebar itu ada di lobi. Beberapa tamu ikut menonton sambil ngopi atau mengunyah cemilan. Tapi, semuanya diam, agak mencekam. Bartender pun hanya berdiri di balik meja bar sambil mengelap gelas. Matanya menatap TV. Di layar itu, sang pemimpin sepuh berpidato mengumumkan pengunduran dirinya di ruang utama Istana. « Read the rest of this entry »

Syair Pecas Ndahe

Mei 20, 2007 § 11 Komentar

setelah hujan reda
cemara berderai sampai jauh
terasa hari kian malam
ada beberapa dahan ditingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam …

[sebuah rekayasa bebas dari Derai-Derai Cemara karya Chairil Anwar … :D]

Sebelum sampean tanya dan menduga-duga, saya kasih tahu saja. Saya menulis posting ini ketika TransTV tengah memutar ulang film Ada Apa dengan Cinta? yang dibintangi Dian Sastro. Iya, Dian yang itu lo …

Dan, saya tertarik ketika ada adegan Dian tengah membaca buku kumpulan sajak Chairil Anwar, tak lama setelah hujan reda di pabrik saya.

Pilihan Pecas Ndahe

Mei 20, 2007 § 14 Komentar

a. Belajar atau bermain?
b. Pintar atau cerdas?
c. Manager atau leader?
d. Karyawan atau wirausahawan
e. Proses atau hasil?

Ya, ya, ya … saya tahu hari ini bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Tapi, saya ndak akan nulis tentang Boedi Oetomo, Dr Soetomo, dan para eks pelajar Stovia itu. Kenapa? « Read the rest of this entry »

RIP Pecas Ndahe

Mei 19, 2007 § 8 Komentar

Seandainya saja para koruptor itu pernah melihat gambar ini, mungkin Indonesia jadi lebih baik. Jika saja tikus-tikus itu sadar bahwa pada akhirnya mereka cuma seonggok daging di atas meja otopsi, barangkali lumbung-lumbung duit negara bakal aman.

Karena bahkan saya pun telah menyiapkan sebuah penghormatan terakhir untuk mereka. Sebuah pengumuman dengan kalimat: “Telah meninggal dengan nyenyak, seorang koruptor laki-laki [seperti umumnya] karena sebab-sebab yang belum diketahui. May he rest in peace.”

Sayang ini cuma seandainya …