Roso Pecas Ndahe
Februari 13, 2007 § 12 Komentar
Cinta, rindu, dan benci. Apa bedanya kalau batasnya cuma setipis kulit bawang? Ini kan soal roso.
Tapi, di hari-hari ini, menjelang Hari Valentine itu [halah!], kata-kata sakti andalan anak-anak muda yang sedang wuyung, gandrung, kasmaran, itu kembali dibuka-buka dan ditafsirkan. Mungkin ada gunanya juga kalau kita sekali-sekali berbincang tentang tiga kata itu.
Ah, saya jadi ingin ngobrol dengan Paklik Isnogud tentang rasa cinta, rindu, dan benci. Kepada siapa saya bisa bertanya tanpa rasa iri dan dengki, dendam dan kesumat. Tapi, jangan-jangan Paklik ogah diajak ngobrol yang beginian? « Read the rest of this entry »
Dendam Pecas Ndahe
Februari 13, 2007 § 21 Komentar
Mengapa manusia menyimpan dendam? Saya memikirkan pertanyaan itu setelah membaca wawancara majalah ini dengan Basri, buron nomor satu di Poso.
Basri, seperti pengakuannya di majalah itu, adalah salah satu pentolan dalam perang di Poso. Ia mengaku pernah membunuh banyak orang di perang itu, membantai tiga siswi SMA dengan parang, dan ikut memerangi polisi di Tanah Runtuh.
Polisi menangkapnya pekan lalu. Ketika ditanya mengapa ia ikut mengobarkan kekerasan di Poso, Basri menjawab,
Keluarga saya banyak dibantai, ada 26 orang, pada peristiwa Kilo 9. Mayat semuanya saya angkat sendiri. Sejak itu saya dendam. Lalu datang doktrin-doktrin agama. Saya seperti popeye yang diberi bayam.
Gendeng. Saya mengumpat dalam hati. Tapi, sebetulnya tapi saya tak tahu pasti kepada siapa seharusnya umpatan itu saya berikan. Basri? Pembunuh keluarganya? Atau siapa? « Read the rest of this entry »
Venus Pecas Ndahe
Februari 12, 2007 § 29 Komentar
Sir Mbilung Mac Ndobos teman baik saya itu menyangsikan bahwa Top 10 Blog Perempuan di posting saya yang lalu itu benar-benar dimiliki perempuan.
Saya sebetulnya juga meragukannya, terutama blog nomor 10 karena terus terang saya belum pernah membuktikan keperempuanannya.
Kalau dilihat sepintas, dari namanya saja, blog itu mengisyaratkan pemiliknya seorang perempuan. Venus itu, katanya, simbol perempuan. Simbol laki-laki itu Mars. Posting-posting-nya juga bernuansa perempuan.
Pokoknya selama ini saya hakul yakin blog itu milik seorang perempuan aseli. Mosok sih, dia bohong? Tega nian. Soalnya selama ini saya menganggapnya teman yang baik, terlalu baik malah. Saya ndak pernah menyangsikannya barang sedikit pun. Tapi … « Read the rest of this entry »
Corong Pecas Ndahe
Februari 9, 2007 § 51 Komentar
Seorang pemandu acara sebuah televisi swasta terkenal, sekaligus seorang blogger, melampiaskan kekecewaan di blognya ketika meliput perjalanan wisata di Malaysia.
Curahan hatinya itu ternyata membuat pemerintah Malaysia dan stasiun televisi yang memberinya tugas merasa tak nyaman. Mereka keberatan “rahasia dapur”-nya diumbar ke publik. Aha, sekali lagi sebuah blog telah menunjukkan kekuatannya.
Tapi, beberapa pertanyaan kembali menari-nari di benak saya. Bagaimana sebetulnya etika menulis di blog? Bagaimana pula seharusnya sebuah lembaga yang merasa dirugikan oleh tulisan di sebuah blog mengajukan keluhannya? Bikin blog korporat?






