Senpi Pecas Ndahe
Desember 20, 2006 § 9 Komentar
Perlukah orang sipil bersenjata api? Tanyakanlah pada pak polisi. Menurut Kepala Polisi RI Jenderal Sutanto, memegang senjata api itu seperti memelihara harimau. Salah-salah bisa menerkam pemiliknya.
Makanya, Pak Jenderal dan pasukannya secara bertahap menarik senjata api dari tangan warga sipil. Lah, terus bagaimana orang ramai membela diri ketika jiwanya terancam? Ya pakai gas air mata saja katanya. « Read the rest of this entry »
Homoseksual Pecas Ndahe
Desember 19, 2006 § 24 Komentar
Beginilah nasib pengamen blog: Harus siap setiap saat memenuhi permintaan juragan-juragan. Kalau pengamen di Blok M caranya ya dengan menyanyikan lagu kesukaan sang juragan, di ranah blog ini saya [terpaksa] menulis topik sesuai permintaan ndoro-ndoro juragan para pembaca sekalian … 🙂
Tapi, beginilah adab di jagad blog. Reader is the king — terjemahan ngawurnya: pembaca adalah raja. Berat ndak berat, ya saya berusaha memenuhi keinginan para raja itu. Bahwa hasilnya ndak sesuai keinginan itu risiko para raja, bukan saya. Karena para raja, juga patihnya, itu seperti yang pernah ditulis Ranggawarsita dalam Serat Kalatida … « Read the rest of this entry »
Royalti Pecas Ndahe
Desember 19, 2006 § 16 Komentar
Kasus kematian penyanyi Alda Risma membuat saya berdecak kagum. Bukan karena cara meninggalnya, bukan karena narkobanya, bukan karena orang-orang yang terlibat dalam kasus itu, bukan lantaran ibunya maupun utang-piutangnya.
Bukan, bukan itu, Ki Sanak. Saya berdecak kagum karena hanya dengan one hit fortune, ya lagu Aku Tak Biasa itu, Alda bisa punya duit akeh, kaya raya.
Gara-gara lagu itu Alda laku diundang nyanyi di mana-mana dengan bayaran jutaan rupiah. Dia [pernah] punya rumah gedong bertingkat di kawasan perumahan elit di Bogor. Mobilnya sedan keluaran teranyar nan kinclong. « Read the rest of this entry »







