Colonel Pecas Ndahe
Februari 27, 2009 § 65 Komentar
Serupa tapi tak sama. Begitulah penampilan dua blog ini. Yang pertama, kita tahu, adalah Colonel Seven milik Iqbal Prakasa alias Gembul sang juragan angkringan Wetiga.
![]()
Nah, yang kedua ini entah milik siapa. Tapi namanya mirip, cuma beda satu angka: Colonel Six.
Mengapa keduanya menarik untuk dicermati dan ditulis di sini? « Read the rest of this entry »
Pilah-Pilih Pecas Ndahe
Februari 25, 2009 § 54 Komentar
Pemilu masih sebulan lebih. Tapi sebelum hari pencontrengan 9 April 2009 tiba, semua sudah berkemas-kemas menyambut perhelatan politik terbesar di negeri ini.
![]()
Para calon legislator sudah menjual diri. Ada yang memasang iklan di televisi, lebih banyak lagi hanya mampu nampang di pohon-pohon tepian jalan. Partai-partai juga telah ancang-ancang jauh-jauh hari. Siap program, siap bertarung. « Read the rest of this entry »
Kambing Pecas Ndahe
Februari 23, 2009 § 122 Komentar
Pesan singkat itu mendadak masuk lewat BlackBerry messenger. Isinya pendek saja, “Ndoro tukeran posting, yuk!” Saya baca pengirimnya. Raditya Dika!
Saya kaget. Di tengah gemuruh acara peluncuran komunitas Bengawan Sabtu malam yang lalu, pesan itu telah membetot saya dari sebuah planet yang riuh ke desa antah berantah.
Sampean mestinya tahu siapa Raditya Dika. Dia mahasiswa, blogger, penulis novel laris Kambing Jantan. Ia sekarang melebarkan sayap kegiatannya dengan menjadi bintang film yang dibuat berdasarkan blog dan novel karyanya itu. Kenapa tiba-tiba dia mengirim pesan ke saya? « Read the rest of this entry »
Bahasa Pecas Ndahe
Februari 21, 2009 § 51 Komentar
Bagaimana gairah bahasa ibu atau bahasa daerah mampu menggelorakan semangat bahasa persatuan (bahasa Indonesia)?
Begitulah pertanyaan seorang perancang bahasa dalam sebuah tulisan menyambut Hari Bahasa Ibu yang jatuh hari ini, 21 Februari.
Hari Bahasa Ibu? Aha, sampean pasti ndak tahu bahwa kita punya hari penting ini. Ndak apa-apa. Saya juga ndak tahu seandainya tak membaca pertanyaan itu. He-he-he …. « Read the rest of this entry »
Fresh Pecas Ndahe
Februari 19, 2009 § 32 Komentar
Ide — kata seorang kawan — ada di udara. Kita tinggal memetiknya. Sedikit boleh, banyak pun tak dilarang. Semampu sampean saja.
Nah, orang yang mampu dan paling banyak memetik ide di udara itu lantas sering disebut-sebut sebagai kreatif. Tapi memungut ide dari udara bukan perkara mudah. Kita butuh latihan. Latihan. Dan latihan. Terus berlatih.
Komunitas Fresh (freedom of sharing) mengajak kita untuk terus mengasah, melatih, memetik ide untuk melahirkan kreativitas.
Latihan rasa Fresh berikutnya akan berlangsung Senin, 23 Februari 2008, di Salihara, mulai pukul 19.00 WIB.
Apa itu Salihara? Kenapa pula di Salihara? « Read the rest of this entry »
