Coelho Pecas Ndahe

November 8th, 2011 § 113 Komentar

Dari sungai konon kita bisa mendengarkan suara-suara. Lenguhan sapi, kokok ayam jantan, teriakan pedagang sate, klakson kendaraan, juga keriangan dan kepedihan. Dari sungai pula, seorang perempuan merasa yakin hidupnya akan baik-baik saja seandainya ia punya teman.

Saya mengetahuinya malam itu saat Jakarta disiram gerimis setengah hati dan sebuah surat elektronik masuk ke kotak surat. Saya terpana. Pengirimnya seorang sahabat yang sudah lama tak bersua.

Apakah gerangan yang membuatnya meluangkan waktu mengingat saya dengan menulis surat pada dinihari? Adakah yang genting?

Pertanyaan itu bukan datang dari ruang hampa. Berbelas purnama tinggal di episentrum kekuasaan membuat dia berada dalam ruang dan waktu yang begitu jauh dari jangkauan saya.

Selama ini kami hanya sesekali bersua di beberapa tikungan kesempatan. Itu pun cuma sebentar. Selebihnya kami hidup di jalan masing-masing. Yang sunyi …

Yang membuat saya kian puspas adalah itu surat pertama yang pernah dia kirimkan untuk saya. Tak heran bila saya seperti pungguk yang kejatuhan rembulan. Dengan tak sabar, saya pun membacanya …

Ubud, 2011

Me and friends decided to go rafting today. The river is called Ayung river. Located in a village called Ubud, and is one of the prettiest sights one can find when rafting.

It was a beautiful journey. We all enjoyed ourselves and each other’s company. We row forward together. Laughed together. And sometimes got hit together when the boat bumped into the rocks.

At times, the instructor told us to stop rowing. Just stop and completely sit still. At certain turns, we were asked to row backwards. And when the water is still, we were allowed to have a bit of fun playing and swimming in the water.

But before all that wonderful journey across the Ayung river, we had to work our way (and that was a hell lot of work involving 450 stair steps) down to the river, and ofcourse up to the village after the trip concluded.

After the journey that afternoon, in less than 5 minutes, I decided to stay in Ubud. On the contrary to my planned stay in a cozy hotel facing Kuta beach. It was perhaps the ambiance of the Village that made me want to stay. The peaceful yet lively aura of Ubud. Or perhaps I was just simply endulging my ever changing mind.

The beauty of an afternoon walk along Ubud Raya street is one that is hard to explain. One just has to experience it oneself. Let’s just simply say it is beautiful, at sights and at heart.

I stopped by a Periplus book store. This time I was just following my feet. I reckon it is good to let them lead my brain once in a while. A purple-ish book cover caught my attention. ‘Like the Flowing River’, it says on the cover. A book by Paulo Coelho. Again with not much thinking, I picked the book. It was only because of, firstly, it’s nice purple cover, and secondly, it was one of Coelho less heard/talk about books. I didn’t feel like buying a book that almost all friends have read.

‘Like the Flowing River’. I just finished reading few opening pages. The few pages that took me back to the beautiful river of Ayung, and to our rafting instructor, KingKong (Yes, that’s his name). The few pages that reminded me about..Me..(Well, you know, there are time frames in life when we stop thinking about who we are).

Like the Flowing River. I want my own stretches of river of life to be (at least) as beautiful as the Ayung River. Like the journey this afternoon, I realize it will ask extensive works of me. There would be moments when I have to row against the current. There were rocks big enough along the way, ready to make me fall. But there were stretches that are so peaceful that I can just lay on my back on the water facing the sky, and surrender to the river.

I will bump in to things. I may fall. But will I cry? Will I give up? Well, I didn’t this afternoon apart from aching screams that wasn’t too often anyways.

I didnt cry, because I had the greatest companies who could make me laugh whenever I tripped over the boat.

I did not stop because I had them, to support each other.

***

Coelho, KingKong and Ayung river had reassured me that no matter good or strong my boat is, I will need companies to help make my life journey, a meaningful one.

A beautiful one…

Thank you so much,
For being one

Hati saya mendadak hangat. Perasaan saya campur aduk setelah tuntas membaca surat itu. Saya tak pernah menyangka begitu berarti baginya.

Buru-buru saya mengirimkan pesan singkat kepadanya tanpa peduli malam sudah tergelincir lewat dinihari.

“Mengapa kau kirimkan surat itu kepadaku?”

Hampir dua menit berlalu tanpa balasan.

Pada menit ketiga, sebuah pesan masuk. Dari dia.

“Entahlah. Tiba-tiba aku ingin memberi hadiah buat teman-temanku. Aku hanya merasa apa yah…ya gitulah, hahaha…. I think those who can appreciate it are those who knows that I write it for them. Begitu bukan?”

Saya mengiyakan. Saya merasa tersanjung mendapat narasi singkat itu. Entah kenapa saya juga jadi terkenang pada jalan hidupnya: Seorang perempuan di episentrum kekuasaan. Kesepian. Dan ketakutan bakal tak punya siapa-siapa lagi. Bahkan seorang teman.

Dan kesepian yang menggigit itu tecermin ketika ia menulis balasan, “Aku merasa hidupku makin berjarak. Akan ada momen-momen ketika aku berbeda dengan teman-temanku. Dan jujur, aku takut. So promise me ….”

“What?” saya bertanya.

“We can debate all we like… but let’s not stop communicating. Jikalau ke depan ada batu di tengah sungai, tetaplah bikin aku yakin aku masih punya teman.

Tiba-tiba saya merasa seperti mendapat jab keras di ulu hati. Hidup ternyata begitu keras menghajarnya. Dia, perempuan yang selama ini saya kira mampu berdiri tegak sendirian, akhirnya gamang juga di depan jalan yang bercabang. Dan sunyi.

Lama saya tak membalas pesan pendek itu sampai akhirnya saya mengirimkan kalimat singkat, “Aku janji. Demi kita.”

>> Selamat hari Selasa, Ki Sanak. Pernahkah sampaean merasa sendirian justru ketika sudah di atas?

Tagged: , , , , ,

§ 113 Responses to Coelho Pecas Ndahe

  • ladeva mengatakan:

    Wah ndoro, ini bagus banget. Siapapun ternyata pernah mengalami masa dimana rasa sepi itu datang dan surat seperti itu benar-benar menghangatkan hati yang membacanya. Penulis surat minta ditemani dan yang menerima surat tersebut merasa bahwa dirinya berarti untuk orang lain. Well done, ndoro. Itu indah banget…

    • Ndoro Kakung mengatakan:

      thanks. kapan-kapan aku akan mengunjungi dia … :D

      • kerjasyariah mengatakan:

        Nggih leres Ndoro Kakung…kedah dipun tingali (dipurugi)….silaturahmi menikho insyaAllah saged manjangke/ndawakke umur….

        pengelola kerjasyariah.com
        Peluang kerja syariah & media dakwah online:
        Sarana untuk meningkatkan keimanan, keilmuan & ekonomi ummat

  • Nuno mengatakan:

    ada artikel bahasa inggris, waduh KO aku, artikel bagus, ide briliant, JEMPOL

  • Aldeetropolis mengatakan:

    wah, jadi penasaran…siapa itu ndoro? seorang menteri kah? mantan menteri kah? hehehee

  • Chic mengatakan:

    baca tulisan ini, rasanya seperti kembali ke masa 2007-2008. Lama ya Ndor, ga nulis kayak gini :mrgreen:

    Hai, Ndoro!(tm)

    • Ndoro Kakung mengatakan:

      iyes, it’s been such a long time … makchik :D

  • rizqy mengatakan:

    baca ini saya seperti berkaca dalam kehidupan saya sendiri, mengalami kesepian ketika sudah diatas, selalu berlagak kuat dan tabah padahal jauh di dalam saya lemah, dan selalu menahan airmata. salam untuk teman ndoro

    • Ndoro Kakung mengatakan:

      Insya Allah salam akan kusampaikan kepadanya. jika ada waktu bertemu

  • Jadi ingat masa nostalgia dulu,gk nyangka bnyak juga bebrapa tulisan di dunia maya yang menarik seperti ini

  • Doni Punya Blog mengatakan:

    kalo kata ndoro “I think those who can appreciate it are those who knows that I write it for them” kata saya “I am grateful to have shared this article ndoro”,:D

    • Ndoro Kakung mengatakan:

      makasih ya don :)

  • Tarjum mengatakan:

    Artikel yang inspiratif dan memberi pencerahan Ndoro..:)

    Merasa sendiri dan sepi bahkan ketakutan di tengah keramaian…hmm…saya pernah merasakannya. Bukan karena berada di tengah kekuasaan, tapi karena berada ditengah tekanan psikologis yang membuat diri saya merasa terpuruk dan terluka…

  • Sabai mengatakan:

    Menjawab pertanyaan di penghujung tulisan itu… Justru ketika berada di atas lah seseorang makin sering merasa sendirian. Seperti piramida, semakin ke atas semakin sedikit batu yang menopangnya.

  • Rivo Pamudji mengatakan:

    Tiba-tiba saya merasa seperti mendapat jab keras di ulu hati. Hidup ternyata begitu keras menghajarnya. Dia, perempuan yang selama ini saya kira mampu berdiri tegak sendirian, akhirnya gamang juga di depan jalan yang bercabang. Dan sunyi.

    “Dia, perempuan…” cukup menjelaskan dan membuat paham, Ndoro.

    Selamat hari Selasa :)

    • Ndoro Kakung mengatakan:

      hahaha…ah, om rivo suka gitu deh :D

  • dv mengatakan:

    So true! Aku rindu tulisan2mu yang seperti ini… :)

    • Ndoro Kakung mengatakan:

      sayangnya, tak setiap malam aku mendapat kiriman surat seperti itu :D

  • madhek mengatakan:

    cuma satu kata! …. bagus banget!

  • hajarabis mengatakan:

    hanya ingin mengikuti postingan agan .
    postingan yang menarik
    nice gan .

  • Ejawantah's Blog mengatakan:

    Semoga semuanya dapat terbangun kembali komunikasi yang telah lama terputus.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

  • Gage Batubara (@gage) mengatakan:

    kucing mana ni boi?

    • Ndoro Kakung mengatakan:

      kucing mahal nih, boy

      • TUKANG CoLoNG mengatakan:

        berapa boy?

  • Just one word for this article, nice ;)

  • Sheno Mokey mengatakan:

    Sheno jadi penasaran siapa gerangan wanita itu..??

  • ian egx mengatakan:

    iya juga ya, kadang kita lupa dan dilupakan begitu saja. padahal kenangan itu harus selalu dikenang :(

    thank you ndoro, you teach me a lot !

  • wahyu asyari m mengatakan:

    pernah ndoro, kesepian :(

  • wibisono mengatakan:

    mendapat epicentrum kekuasan namun terasa hampa tanpa temen. mungkin teman2 disekitarnya hanya memandangnya bberdasarkan jabatannya.

  • siiannas mengatakan:

    Cuit-cuit, ndor lagi abg ke berapah neh

  • Aircraft mengatakan:

    Sepertinya memang selalu begitu. Saat sudah berada diatas, orang jadi merasa hanya bisa mengandalkan diri sendiri karena ada perasaan tidak ada lagi yang diatasnya. Tidak ada lagi yang bisa diminta tolong. Jika sudah begitu, mengharapkan orang-orang dibawah seperti sebuah sikap frustasi. Kasihan.

  • Fotodeka mengatakan:

    Ndor… mengunjungi kampus kapan ndor?? ayo ndoro… main ke B21 dan ketemu mbak Hermin.. #eh

  • Membaca tulisan ini, tiba2 aku ingin sekali menyapa Mas Wicak. Tak terasa sudah berbilang tahun tak menyapa. Pue haba? Saleum dari Aceh :)

  • Hah… saya pernah merasakan nya Ndoro..
    sepi… hampa… persis seperti puisi nya chairil anwar :)

    We need all my friends if we feel alone… and… we must know, we didn’t alone… we have so many friends :)

    salam hangat…

  • niee mengatakan:

    Kadang walaupun kita punya sahabat tetap saja merasa kesepian ya ndoro >_<

  • anto banang mengatakan:

    Inilah kehidupan……kita terkadang baru merindukan kehadiran dan support dari seorang teman ketika saat-saat sulit,sepi,hampa dan mungkin yang lebih pelik lagi datang menghampiri….

  • hajarabis mengatakan:

    hanya ingin mengikuti postingan agan .
    postingan yang menarik
    nice gan .

  • adipati kademangan mengatakan:

    Masa masa perempuan terakota kembali hadir dalam tulisan ini.
    Perempuan itu, entah siapa, pastinya seorang yang kuat. Di dalam hatinya masih membutuhkan seorang teman yang baik.

  • Prasetyo mengatakan:

    “Aku janji. Demi kita” – wujud ungkapan yang menginspirasi Ndoro.
    Terima kasih.

  • taproallisya mengatakan:

    bagus sekali, banyak yang bisa say pelajari

  • pecong mengatakan:

    People live with fear. Even as simple as when you are crossing the street, the risk of being hit by the car is there. Live is all about managing risks. Risk of loosing friends is one of them. This Eminem lyrics resembled of how we stand, the oath we pledged to live up to. Just don’t be afraid…

  • Mesin Kasir mengatakan:

    inspiratif ndoro tulisannya, suka membacanya

  • wisata mengatakan:

    Suruh Merit aja Ndoro, jadi kan gak sendirian… hehehe piss :P

  • eko susilo mengatakan:

    M menarik sekali artiknya pak ndoro, jadi pngn sering main kesini :)

  • bakulrujak mengatakan:

    Orang-orang yang selalu tampak palsu juga sebetulnya capek. Dan kesepian.

  • puputs mengatakan:

    :)

  • The-Netwerk mengatakan:

    postingan yang menarik
    nice gan

  • Sriyono semarang mengatakan:

    Hmmm, mang makjleb dan makdieng tenan ndoro… Ingin mengalir seperti air juga…
    I saw a river today and make me feel ok,
    Reading a book take look at the boat go by… Oh I sigh…
    River of time, Laurent Christy

  • zakton mengatakan:

    Coelho adalah salah satu penulis favorit saya.

  • inBoxcell mengatakan:

    Blogwalking, nice share

  • Bed Cover Murah mengatakan:

    bagus tulisannya mas… inspiratif

  • herbal mengatakan:

    bagus banget “NDORO” jd terkenang masa lalu,,tp sedih cm tinggal kenangan

  • hajarabis mengatakan:

    mampir ke website kami ya

  • Outbound Games mengatakan:

    Salam kenal Ndoro Kakung. Postingannya berkualitas, kami suka :)

  • Ika mengatakan:

    terharu saya…

  • Hojindo mengatakan:

    gan….asli postingannya bagus2 dan desain web nya sederhana tapiiiii…mmmmmm maantap….salut deh buat agan

  • Miftahudin mengatakan:

    wah.. salam kenal Ndoro kakung…
    saya pernah mbuat screenshot twitter dan mengandung akunnya ndorokakung
    baru kali ini saya kunjungi, artikelnya sangat bagus. pengen nulis kayak gitu, cuma kolaps dah, tak pernah dapat surat seperti itu..
    gimana tips-nya yah..

  • TauTau mengatakan:

    padahal kadang kala sebagian besar dari kita justru berusaha mati-matian (baca: meninggalkan teman2 yang ada di samping kita sekarang) buat mencapai posisi di atas itu. sayangnya demikian juga akhirnya..
    #ndor, saya bener2 terinspirasi dengan gaya sampeyan nulis blog. dan pengen hal serupa di blog saya, tentunya harus lebih bagus lagi. hehehe

  • agusisdiyanto mengatakan:

    sip

  • Azqia mengatakan:

    Wah gue banget tuh ceritanya,, hihi
    BTW, nice post gan.

  • jo mengatakan:

    terkadang kita merasa sendiri di tengah keramaian, kita tak kan pernah tau hari esok, blog walking kalimantan online

  • Teti Mardiana mengatakan:

    betul, sunyi sepi sendiri di sini…

    Ndoro… salam kenal dari Bandung, sekalian penasaran mau tanya apa sih artinya Pecas Ndahe itu?

  • Candra mengatakan:

    jiahh bagus bgt tulisanya ndoro…
    cocok bgt buat blog pribadi kayak gini

  • kefkin mengatakan:

    sampurasuuun…. keren bgt Ndoro… walau saya tidak mengerti apa sebenarnya Coelho Pecas Ndahe :dooh:

  • pulsa mengatakan:

    lama tak berkunjung makin update terus artikel nya

  • thatscya mengatakan:

    ndoro.. saya juga beberapa hari yang lalu ke mengikuti paket rafting disana.. dan kami menjadi satu-satunya rombongan orang indonesia yang ada. Rasanya aneh dan jengah, tapi saat perahu mulai bergerak, rasanya tak ada jeda antar negara diantara peserta. Baik dari barat maupun asia semuanya dapat tertawa… ahh.. perbedaan itu apa sih?
    (lah, kok jd curhat?! hehe..)

  • bursakami mengatakan:

    kulo mboten ngertos mbah hehehe

    http://bursamuslim.com/blog

  • nita mengatakan:

    wah… banget-banget

  • Mohammad Yasin Spd mengatakan:

    sama mbh…saya dari madura tdk paham maksudnya…

  • annisa mengatakan:

    keren bgt ndoro,,,,

  • Ditter mengatakan:

    Wah, teman saya ada yg mirip seperti ini. Dia hebat, pintar, agresif, dihormati, dan berprestasi. Tapi, dia pernah curhat bahwa kadang dia merasa nggak punya teman….

  • herbal mengatakan:

    mengenang ms lalu yg indaahh,,,rasanya ingin ku ulang hidup ini dr awal,,,hehhehe

    yuuuk tengok webs km.

    http://www.ejakulasidiniherbal.com

  • ezzuhadka mengatakan:

    ck…ck…ck…kerinduan ternyata selamanya mengharukan….salam

  • kiasurabaya mengatakan:

    Ane pernah sendirian di suatu tempat yg agak gelap, tapi agak takut juga sih.. :-)

  • agus mengatakan:

    Ane pernah sendirian di suatu tempat yg agak gelap, tapi agak takut juga sih.. :-)

    mampir sini gan : http://www.kiasurabaya.com

    trima kasih

  • m.a.s mengatakan:

    hmm..kok bs gitu yah…ckckckck

  • billy_cyber mengatakan:

    Good Share Broe,,
    jgn lupa mampir di web ane y broe

  • krish s bambang mengatakan:

    Salam kenal Ndoro Kakung.
    Saya baca postingan ini, seperti sebuah refleksi diri, apa yang selalu dialami manusia, kadang tidak terlihat seperti tampak luarnya…
    Dan memang selalu begitu, cerah diluar ..mendung didalam..
    Ramai diluar..sepi didalam..

    Makin tambah usia, sering timbul percakapan pribadi, sering ingat sahabat2 dekat….sahabat lama…

  • Iklan mengatakan:

    Ikut menyimak artikelnya ndoro :-)

    Silahkan mampir ke web saya utk pasang iklan, Gratisss :-)

  • MF Abdullah mengatakan:

    Jadi ke ikut mengenang masa lalu…. hehehehe :D

  • www.upik.tk mengatakan:

    Blog walking mas…
    Nice share…
    Like… Like… Like… :)

  • Nurani Yang Indah mengatakan:

    nice share for this article

  • Dana mengatakan:

    Katanya memang di-ketinggian hidup itu kita akan kesepian karena hanya ada diri kita.

  • irwan herbal mengatakan:

    slmt gan page rank anda 5 ! slmt. gmn caranya gan, share tipsnya donk gan. slm knl

  • danil mengatakan:

    mantap

  • hajarabis mengatakan:

    hanya ingin mengikuti postingan agan .
    postingan yang menarik
    nice gan .

    sempatkan mampir ke website kami
    http://www.hajarabis.com

  • Islamic wallpaper mengatakan:

    Paling suka klo mampir kesini, artikel top abis

  • naimah mengatakan:

    Tulisan yang manis, semanis gula ditengah parutan kelapa :)

  • karsiyan mengatakan:

    inspriratif sekali

  • maria mengatakan:

    top banget mas…. Salam kenal.

  • ardiyansyahh mengatakan:

    ijin nyimak ndoro :D .

  • The-Netwerk mengatakan:

    nice infoo

    salam knal
    http://www.the-netwerk.com

  • patta mengatakan:

    ndoro kakung menulis dengan memikat…menenangkan membaca tulisannya…

  • aiyk mengatakan:

    mbah kung memang wooo okes TOP

  • fajri sabti mengatakan:

    wauuuuuuu
    mantap
    follow me lahh

  • fajri sabti mengatakan:

    wauu
    mantap gan

    follow gua lah agan-agan
    makaseehhh

  • tapioka mengatakan:

    ndoro yang satu ini selalu ada yang ……. hemmmm

  • Bunga Papan mengatakan:

    silaturahmi ndoro….intinya silaturahmi jangan sampe terputus..kapanpun..dimanapun..dengan siapapun..salam kenal y

  • andipandora mengatakan:

    salam kenal ndora….dari orang purwokerto

  • samehada mengatakan:

    cerminan khidupan sehari-hari…..

  • mrxjoen mengatakan:

    ndoro kakung…mau silaturahmi….
    tulisan sangat menyentuh dan sangat bagus sekali,,,apabila direnungkan merupakan sebuah cerita kehidupan di negara kita tercinta ini…!

  • Ainun mengatakan:

    Aku pun senang berteman denganmu Ndor, walaupun pesan terkirim melalui gosip bbm, kerokan dan urusan boyok. Tetapi selalu ada yang tersirat : sebuah perhatian. Maturnuwun Ndor, akan selalu kuinget pesanmu untuk ku : punya pacar :D

  • artikelnya keren gan..jngan lupa kunjungi web kami ya.

  • The-Netwerk mengatakan:

    nice :)
    saya senang mengikuti postingan anda
    postingan yang menarik .

    salam kenal yya dan sempatkan mampir ke
    website kami.

  • Artikel yang bagus gan.. ditunggu kunjungannya :)

  • wiwin mengatakan:

    infonya bagus,,,,

  • dijual mengatakan:

    di tunggu kelanjutan posting ya, juragan ????
    by :
    http://www.dijual.biz 07:15

  • andi mengatakan:

    “Without friends no one would choose to live, though he had all other goods”. ~Aristotle

  • renovasi rumah mengatakan:

    kisah nyata yaa niy ndoro

  • bangun rumah mengatakan:

    bisa dibikin novel karya ndoro…atau sudah yaaa…

  • xamthone mengatakan:

    very nice artikel
    i like it…

  • Gunardi Wisman mengatakan:

    unik sekali artikelnya, selalu ingin membacanya. penuh sarat dengan SEO optimasi search engine kata-katanya. boleh sekali di share ke teman-teman.

  • kamal mengatakan:

    hmmmm..cukup bikin merinding tulisan nya…bikin jadi supeeeer galao>>owh now…air mata menetes..dah next tread^^

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Coelho Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 262 pengikut lainnya.