Restu Pecas Ndahe

Juni 30, 2008 § 68 Komentar

Kemesraan bisa terjadi di mana-mana, dan hinggap pada siapa saja. Ia bisa muncul di tengah pasar di bawah terik matahari siang yang menyengat ubun-ubun, lalu mendarat pada pasangan yang sedang mabuk cinta, seperti mereka …

komiksutra

Tentu saja sampean harus menebak sendiri, potongan foto siapakah ini?

Ya, ya, ya … mungkin sampean sudah mengenal mereka. Barangkali saja belum. Mereka berdua adalah pasangan belum resmi yang sepanjang pekan kemarin saya gadang-gadang di blog ini demi sebuah restu dari sampean.

Mau bagaimana lagi, lah wong mereka itu sudah ke sana-kemari berdua melulu, tanpa malu-malu apalagi tedeng aling-aling. Pada dasarnya mereka pasangan yang cocok. Yang pria agak ganteng, meskipun matanya nakal. Yang perempuan manis juga, walaupun lirikannya sedikit bengal. Halah. Tapi, ini yang penting, mereka sudah tak sanggup menahan hasrat ngeblog.

yang rukun ya

Akhirnya, kami bertigasaya, Paman Tyo dan Sir Mbilung — tadi malam saling bertukar kata lewat SMS. Kami membicarakan kemungkinan untuk memberi dukungan, doa, dan restu, kepada pasangan yang tengah memadu asmara itu.

BlackBerry
[foto-foto oleh Bangsari dan Aprikot]

Mereka memang sudah saling seia dan sekata, berniat melanjutkan hubungan yang lebih serius. Sebagai orang-orang dituakan, kami bisa bilang apa, selain, “Semoga kalian berdua langgeng. Kalau putus, ya silakan sambung lagi. Tresno iku pancen jalaran seko gilo.”

>> Selamat hari Senin, Ki Sanak. Siapa yang sampean peluk hari ini?

Iklan

Tagged: , , , , , ,

§ 68 Responses to Restu Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Restu Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: