Pembantu Pecas Ndahe
Juni 8, 2007 § 15 Komentar
Bayangkan seandainya setiap pembantu rumah tangga di Indonesia dikasih komputer/notebook, akses internet, dan diajari ngeblog. Kira-kira apa ya yang bakal mereka tulis?
Rasan-rasan majikan? Rumpian tentang si bapak yang genit? Ngomongin nyonyah rumah yang galak dan cemburuan? Beratnya pekerjaan? Ah, jangan-jangan mereka malah memakai blog sebagai ajang tebar pesona, kontak jodoh, tempat para bedinde dan jongos mencari pasangan …
Ada banyak kemungkinan dan variasi jawaban. Pembantu yang pada dasarnya suka berbagi ilmu, siapa tahu malah akan mengisi blognya dengan aneka resep masakan favorit anggota keluarga tempatnya bekerja atau kiat ngepel kilat.
Bedinde yang lantip dan trengginas mungkin akan membuat posting tips dan trik menghadapi momongan yang rewel atau hiperaktif. Mungkin pula dia akan membuat tips menghadapi juragan lanang yang gatel. « Read the rest of this entry »
Libur Pecas Ndahe
Juni 7, 2007 § 22 Komentar
Liburan sebentar lagi. Ada sekolah yang mulai libur pertengahan Juni, ada yang akhir bulan ini. Kepala saya mulai mumet mencari kegiatan dan tempat paling asyik. Soale, bedes-bedes saya sudah merengek minta ke sana-sini. Tapi, mosok 3 hari untuk selamanya lagi?
Sampean punya saran, Ki Sanak?
Sebetulnya sih, asyik juga ya main ski. Sayang ndak ada salju di deket-deket sini. Jeng Evy mau ngirim tiket pesawat ndak yo? Salju di Anchorage sudah meleleh belum?
Gramedia Pecas Ndahe
Juni 6, 2007 § 11 Komentar
Lama-lama mirip film sequel … atau cerita sinetron?
1. Gramedia Majalah — Ketika kepala keluarga tak mau mendegar karena menulikan diri maka jangan salahkan jika anak mengadu ke tetangga, membocorkan borok dan aib semata karena masih cinta sama keluarganya…
2. Inside Kompas — Kompas yang humanis.
Ah, mumet aku … pecas ndahe, Ki Sanak!
Bung Pecas Ndahe
Juni 6, 2007 § 21 Komentar
Hari ini, 106 tahun yang lalu, seorang calon pemimpin besar lahir di Surabaya. Namanya Soekarno. Ia kemudian memang menjadi orang besar: proklamator dan Presiden Republik Indonesia pertama.
Siapa yang tak kenal?
Saya sengaja mencari Paklik Isnogud untuk mendengar dongengnya tentang Si Bung Besar itu. Paklik tentu menyimpan pengetahuan segudang, juga kenangan, tentang tokoh yang dikaguminya itu. Apa komentar Paklik ya?
Yang saya cari ternyata sedang berada di ruang kerjanya, menatap foto Soekarno dalam bingkai kaca. Sebuah potret besar hitam-putih. Aha, sebuah kebetulan. Paklik tentu sedang mengenang Si Bung itu. « Read the rest of this entry »
Boys Pecas Ndahe
Juni 5, 2007 § 27 Komentar
Boys are getting harder to make. Halah. Tenane?
Leh sampean ndak percoyo, silakan saja kunjungi dan baca berita di situs Washington Post, persisnya di rubrik sains, edisi kemarin. Atau klik tautan yang sudah saya sediakan di sini.
Para ahli statistik, seperti dikutip Washington Post, mengatakan:
From 1970 to 2001, they found, the number of boys born for every 100 girls dropped steadily from 105.5 to 104.6. Male births among U.S. whites dropped even more steeply, from 105.9 per 100 girls to 104.7 … The researchers found similar declines in Japan, another industrialized country with excellent birth records.
Lalu ada teori yang mengira-ira mengapa bocah lanang kian jarang dan sebagainya, namun penyebabnya tetap saja merupakan misteri. « Read the rest of this entry »








