Demokrasi Pecas Ndahe

Juni 5, 2007 § 7 Komentar

Demokrasi memberikan hak kepada tiap orang untuk bicara dan berbuat sekehendak hatinya. Orang bebas menampik untuk diperintah atau memerintah, kata Socrates.

Segala aturan terbalik: si bapak bertingkah seakan-akan dia si anak, si guru takut murid, dan si murid tak mengacuhkan si guru. Bahkan keledai dan kuda pun tak mau minggir bila ketemu manusia.

Lalu konflik-konflik pun mengeras, dan perang, dan perpecahan mulai terdengar berletupan.

Kebebasan memang ada dalam demokrasi. Tapi apa arti kebebasan tanpa kearifan dan kebajikan? « Read the rest of this entry »

Tiananmen Pecas Ndahe

Juni 4, 2007 § 9 Komentar

Hari ini, 18 tahun yang lalu. Sebuah tragedi berdarah tertoreh di lapangan Tiananmen, Beijing, Cina. Pasukan Negeri Tirai Bambu menyiramkan peluru ke arah para mahasiswa yang tengah unjuk rasa. Dan, dunia pun tersentak.

Hari ini, kabarnya, tak ada peringatan atau upacara apa pun untuk mengenang tragedi itu di Cina. Saya ndak tahu apa alasannya. Sampean tahu?

Padahal saya masih ingat foto yang menggetarkan itu: Seorang anak muda, sendirian, tanpa granat di tangan, berdiri mencoba menyetop puluhan tank yang mau menghajar para mahasiswa yang berdemonstrasi di Tiananmen.

Memang, kemudian kita tak dengar lagi apa nasib si pemuda yang kurus dan sendirian itu. Yang kita dengar suara bedil. Tentara Pembebasan Rakyat menembak, dan ratusan anak muda gugur dan Tiananmen sepi kembali. Si lemah berani, tapi tak berhasil.

Saya baca tulisan itu di catatan harian Paklik Isnogud bertanggal 11 Juni 1989, sepekan setelah insiden. Adakah Paklik hari ini masih mengenang Tiananmen?

Perez Pecas Ndahe

Juni 4, 2007 § 29 Komentar

What’s in a name, kata Shakespeare. Ya, apalah arti sebuah nama. Sebuah nama mungkin justru tak punya arti sama sekali.

Tapi, jangan coba-coba tanyakan kepada Julia Perez, apa arti namanya? Soalnya mungkin dia malah bakal bingung dan bertanya-tanya.

Nama? Namaku yang mana? Namaku kan ada dua.

Holoh. Lah kok dua, sih?

Ya iyalah. Lah wong Julia Perez itu cuma nama beken je. Namanya yang dulu bukan itu. Lah kok bisa? Embuh. Saya juga baru tahu nama lain [alias] artis yang seksi binti bahenol itu setelah baca berita di bawah ini.

Sampean pasti penasaran, dari mana saya dapat berita ini, kan?

Rahasia, Ki Sanak … 😀 … « Read the rest of this entry »

Marinir Pecas Ndahe

Juni 2, 2007 § 41 Komentar

Surat terbuka untuk anggota pasukan marinir, TNI Angkatan Laut, di mana saja berada.

Kepada bapak-bapak anggota pasukan marinir di mana saja,

Saya Choirul Anwar. Umur baru 3 tahun. Saya anak Alas Tlogo, Pasuruan, Jawa Timur. Kampung saya di dekat tempat bapak-bapak biasa latihan perang-perangan. Sekarang saya sedang terbaring di ranjang rumah sakit karena kata dokter saya tertembak. Dada saya sakit sekali. Kata dokter, ada peluru di dalamnya. Dokter belum bisa mengeluarkan peluru itu karena kondisi saya masih lemah.

Saya tak tahu bagaimana saya bisa terkena peluru itu. Saya hanya ingat, saya sedang digendong ibu ketika di kampung saya terdengar suara ribut-ribut dan dar-der-dor. Ibu lalu lari sambil menggendong saya. Tiba-tiba ibu jatuh dan dada saya perih. Setelah itu, saya tak sadar. « Read the rest of this entry »

5 Pecas Ndahe

Juni 1, 2007 § 11 Komentar

Hari ini, 62 tahun yang lalu, Bung Karno berorasi. Sebuah pidato bersejarah. Untuk pertama kalinya ia menyebut Pancasila.

Sebuah ideologi? Dasar negara? Paham?

Tak mudah untuk menafsirkannya secara persis hari-hari ini ketika banyak orang mulai melupakannya; pada saat hati nurani kita sepak jauh-jauh ke sudut. Tak gampang lagi kita menemukannya di relung-relung sanubari.

Dalam kebimbangan, saya mencari Paklik Isnogud untuk mendapatkan pencerahan. Bekal saya cuma pertanyaan: Kapan Pancasila lahir dan apa maknanya sekarang?

Paklik mengernyitkan jidat ketika saya mengajukan pertanyaan itu. Ia seperti berpikir keras sebelum menjawab. « Read the rest of this entry »