PR Pecas Ndahe

Februari 21, 2007 § 17 Komentar

Ini sebetulnya pekerjaan yang mudah: membantu anak mengerjakan PR. Tapi, jadi sulit karena dua hal: pekerjaan rumah itu soal bahasa Inggris dan bapaknya bukan tipe penjelas yang sabar. Akhirnya, si anak tambah bingung, bapaknya apalagi.

Ki Sanak, sampean jangan tertawa dulu ya. Tulung, tenan iki. Sebab, ini true story.

Ceritanya, anak sulung saya yang masih kelas 1 Sekolah Dasar itu mendapatkan PR bahasa Inggris. Soalnya sebetulnya mudah-mudah saja, cuma mengisi titik-titik kosong dengan imbuhan “a”, “an”, “some” atau “any”.

Gampang, kan? « Read the rest of this entry »

Gorengan Pecas Ndahe

Februari 21, 2007 § 13 Komentar

Bagaimana rasanya gorengan manusia yang kering, kemripik, crispy? Pasti mak nyus! Hmmm … Well, it’s finger lickin’ good.

[picture taken from unknown source]

Pantat Pecas Ndahe

Februari 21, 2007 § 20 Komentar

PANTAT: enak dilihat dan dijilat? Hush! Saruuuu … 😀

[picture taken illegally from somewhere but where?]

Bidadari Pecas Ndahe

Februari 21, 2007 § 16 Komentar

Tuhan, konon, menciptakan bidadari untuk menemani manusia di sorga. Tapi, di tangan para pengelola tabloid, bidadari tercipta untuk merebut suami orang. Wadoh!

Maaf, Ki Sanak. Ini bukan [iklan] promosi atau sindiran untuk pabrik sebelah. Saya cuma sedang geli saja melihat sensasi-sensasi yang saya lihat sepanjang pagi ini. Ada-ada saja ide orang mempermainkan teks dengan seenak udelnya sendiri. « Read the rest of this entry »

Petani Pecas Ndahe

Februari 20, 2007 § 25 Komentar

Harga beras naik, orang miskin menjerit. Harga beras anjlok, para petani berteriak.

Beras itu dilema atau simalakama?

Entah. Yang jelas, beras itu selalu menjadi persoalan di negeri ini karena hampir semua orang makan nasi dari beras. Seandainya penduduk negeri yang gemah ripah loh jinawi ini makan roti dari gandum, masalahnya pasti lain lagi.

Tapi, masalah para petani tak pernah habis, ada atau tiada beras. Harga beras naik atau turun, petani tetap punya masalah.

Jadi, lebih baik kita membela petani? Mungkin. Bukankah petani yang resah bisa berakibat fatal? « Read the rest of this entry »