Perang Pecas Ndahe
Februari 19, 2007 § 19 Komentar
“Perang” antara saya dan Venus saya nyatakan selesai sampai di sini. Mission accomplished. Lagi pula, mana beranilah saya meneruskan perlawanan menghadapi Si Mbok yang perkasa itu. Sampean bisa melihat skornya di atas. Sampean juga bisa menjajal menciptakan “perang-perangan” sendiri dengan “lawan” pilihan sampean. Silakan klik Google Fight.
Pasir Pecas Ndahe
Februari 19, 2007 § 11 Komentar
Berkat tumpukan pasir dari negeri seberang, wilayah Singapura bertambah luas. Karena pasir [sebagian] colongan, Negeri Liliput itu menjelma menjadi semacam “kerikil dalam sepatu” bagi tetangganya.
Singapura dianggap telah melakukan kecurangan, diam-diam menambah batas teritori. Pemerintah Singapura pun dituduh “merestui” pencurian pasir, juga larangan impor pasir. Orang kemudian ramai bersuara, menghujat, dan berseru, “Maling! Sikat!”
Bagaimana sebetulnya kita menentukan batas-batas negara? Siapa sebetulnya yang paling berhak menentukan? « Read the rest of this entry »
Pungli Pecas Ndahe
Februari 19, 2007 § 15 Komentar
Sebuah blog antikorupsi baru saja lahir. Di antara kian beragamnya blog-blog lain yang bermunculan hari-hari ini, blog pungli seperti angin segar bagi Republik Korupsi ini.
Terus terang saya terpana pada blog yang mengusung tema dahsyat ini. Ini barang langka yang perlu dilestarikan. Di tengah arus kegilaan korupsi yang memboyot, blog ini membawa pesan: “”masih ada cahaya di ujung lorong yang gelap.”
Saya tak tahu orang-orang di belakang blog itu, saya juga ndak kenal mereka. Tapi, saya tahu mereka pasti orang-orang yang hebat, orang-orang yang berani melawan korupsi yang sudah sangat merusak itu. « Read the rest of this entry »
Babi Pecas Ndahe
Februari 17, 2007 § 25 Komentar
Tanpa terasa waktu berlalu dan Ahad besok masyarakat Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek 2558. Kita memasuki masa yang disebut Tahun Babi.
Seperti biasa, saya lalu berbincang ringan dengan Paklik Isnogud tentang Imlek, tentang barongsai, tentang pesta-pesta yang didominasi warna merah, dan sebagainya.
“Bagaimana nasib dan peruntungan kita di Tahun Babi, Paklik?”
“Hahaha … ” Paklik tertawa. “Sampean ini kok aneh-aneh, lah wong saya ini bukan peramal je, Mas. Tentu saja saya ndak tahu bagaimana nasib sampean di Tahun Babi ini. Ngomong-omong soal babi, saya kok jadi ingat sebuah dongeng.”
“Dongeng apa, Paklik?” « Read the rest of this entry »
Magazine Pecas Ndahe
Februari 16, 2007 § 12 Komentar
Saya baru tahu bahwa majalah yang bagus ini berhenti terbit mulai Februari ini. Saya agak telat mendengar kabar itu dari temen-temen di Maverick.
PC Magazine Indonesia diterbitkan oleh kelompok usaha penerbitan pers Femina Group.
Dalam penjelasan resminya di edisi terakhir itu, Wakil Presiden Grup Femina, Svida Alisjahbana, menjelaskan bahwa trend bergesernya sumber bacaan, dari cetak ke online, membuat perusahaannya menghentikan penerbitan majalah PC Magazine Indonesia.
“Perkembangan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah Teknologi Informasi, dari suatu bidang khusus menjadi gaya hidup yang diterima oleh semua golongan masyarakat … Melalui analisa dan pertimbangan mendalam, kami berpendapat sudah bukan masanya lagi untuk menyajikan perkembangan Teknologi Informasi dalam suatu majalah khusus. Dengan sangat menyesal kami sampaikan bahwa PC Magazine Indonesia edisi Februari 2007 merupakan edisi terakhir kami.”
Lewat posting ini saya hanya mau ikut menyampaikan keprihatinan saya atas ditutupnya PC Magazine Indonesia.
Well, everybody goes online. Is this the end of MSM era?






