Trans Pecas Ndahe

Januari 17, 2007 § 21 Komentar

Di Jakarta, setidaknya ada tiga perusahaan yang memakai kata “trans”: Trans-TV, Trans-7, dan Transjakarta. Ada persamaan dan perbedaan di antara ketiganya? Apa saja?

Mari main tebak-tebakan. Apa beda antara TransTV, Trans-7, dan Transjakarta? Gampang, dua yang pertama nama stasiun televisi, dan yang disebut terakhir itu nama perusahaan pengelola busway.

Apa perbedaan logo ketiga Trans itu? Logo TransTV berlian segi empat warna biru. Trans-7 berlogo tulisan Trans-7 dalam kotak persegi panjang warna biru. Bus Transjakarta berlogo elang bondol, maskot kota Jakarta, menggenggam salak Condet — yang asem itu.

« Read the rest of this entry »

Vending Pecas Ndahe

Januari 16, 2007 § 7 Komentar

Maaf, numpang promosi. Saya cuma mau menunjukkan blog ini juga ada di situs v-vending.com. Siapa tahu ada di antara sampean yang tertarik bergabung di sana untuk mendapatkan sesuatu yang lebih dari sekadar ngeblog.

Sampai jumpa di v-vending, Ki Sanak.

AC Pecas Ndahe

Januari 16, 2007 § 18 Komentar

Sampai sekarang saya masih bertanya-tanya, benarkah penyejuk ruangan (AC) bisa mematikan virus flu burung? Adakah landasan dan bukti ilmiahnya?

Jika benar, marilah kita ramai-ramai membeli alat itu, lalu memasangnya di rumah-rumah kita — berapa pun harganya.

Kalau salah dan ternyata virus flu burung tak mati-mati? Mari kita ramai-ramai boikot produk dan produsen AC itu. « Read the rest of this entry »

Malari Pecas Ndahe

Januari 15, 2007 § 11 Komentar

Hari ini, 33 tahun silam, huru-hara pecah di jantung Jakarta. Mahasiswa dan rakyat turun ke jalan menolak dominasi Jepang. Pada saat yang sama, Perdana Menteri Jepang Kakuei Tanaka berkunjung di Jakarta.

Aksi unjuk rasa berubah menjadi kerusuhan. Pasar Senen membara. Militer lalu turun tangan. Jenderal Soemitro pun berorasi di atas panser, di bundaran Hotel Indonesia, menenangkan massa. Beberapa tokoh mahasiswa ditangkap, di antaranya Hariman Siregar. Dan insiden itu pun dikenal sebagai Peristiwa Malari (Malapetaka Lima Belas Januari).

Hari ini, Hariman Siregar sepertinya mau bernostalgia — dengan beberapa perbedaan. Ia memang kembali menggelar aksi unjuk rasa persis di bundaran Hotel Indonesia. Tapi, ia tak sedang menolak Jepang. Ia memprotes pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hariman juga tak akan dihadapi petinggi tentara sekelas Sumitro. Pejabat paling tinggi yang akan menghadapinya mungkin cuma berpangkat ajun komisaris. « Read the rest of this entry »

Dolanan

Januari 14, 2007 § Tinggalkan komentar

Kalau sampean ingin tahu tentang aneka macam berita dan informasi kesehatan, silakan klik Dolanan ini. Siapa tahu sampean beroleh manfaat dari dolanan anyar saya ini.

Monggo, dolanan bareng saya … 😀