Tilang Pecas Ndahe

Desember 15, 2006 § 6 Komentar

Bagaimana rasanya ditilang polisi yang perasaannya halus [maksudnya sensitif] seperti sutera Tanah Abang? Tanyakanlah pada Mas Sopir yang tertangkap basah di jalan tol dalam kota, tak jauh dari Mal Ciputra (d/h Citraland). Dia pasti bakal menjawab seraya bersungut-sungut seperti foto di bawah ini.

Makanya Mas, lain kali jangan selonang-selonong ngebut memakai bahu jalan. Nabrak mobil baru tahu rasa. Ayo tebakan Ki Sanak, apa bintang Mas Sopir itu?

Zodiak Pecas Ndahe

Desember 15, 2006 § 22 Komentar

Mulutmu harimaumu. Kalau di jalan, zodiakmu harimaumu. Lah kok bisa? Ya bisa. Menurut penelitian iseng-iseng [tapi serius] seorang petinggi sebuah perusahaan asuransi, orang-orang dengan bintang tertentu cenderung sering mengalami kecelakaan atau kena tilang. Sebaliknya, orang-orang berzodiak lainnya jarang mendapat celaka di jalanan.

Mas Ngasuransi itu ndak sembarangan ngomong. Dia menyimpulkan teori pengaruh astrologi pada kecelakaan itu berdasarkan statistik, setelah meneliti 100 ribu kasus kecelakaan dan tilang, lalu melihat zodiak orang-orang yang terlibat dalam kasus itu. Kalau sampean ndak percaya, silakan saja lihat laporannya di sini. Jadi, kalau sampean kebetulan tabrakan, jangan salahkan orang lain. Barangkali zodiak sampeanlah penyebabnya. « Read the rest of this entry »

Doha Pecas Ndahe

Desember 14, 2006 § 8 Komentar

Di Doha, atlet-atlet Indonesia terjerembab. Di Doha pula medali emas beterbangan jauh di atas kemampuan kontingen merah-putih. Hingga hari ke-14, baru medali emas yang didapat.

Atlet kita loyo? Jangan-jangan mereka tak punya semangat bertanding atau karena kemampuannya memang cuma segitu?

Paklik Isnogud, jawara tenis tarkam (antarkampung) itu, tertawa ngakak ketika saya mengajaknya bicara tentang prestasi atlet Indonesia di Asian Games Doha 2006. Ketawanya baru reda setelah Ndoro Juragan Bos melongok keluar dari ruang kerjanya, mungkin dia terganggu oleh suara Paklik yang sumbang itu.

« Read the rest of this entry »

Lumpur Pecas Ndahe

Desember 14, 2006 § 9 Komentar

Di tengah lautan lumpur Lapindo Brantas Inc., semua bisa berubah dalam hitungan jam atau hari. Termasuk papan nama ini. Lumpur telah menenggelamkannya secara perlahan tapi pasti.

SEBELUM:


SESUDAH:

« Read the rest of this entry »

Alda Pecas Ndahe

Desember 13, 2006 § 20 Komentar

Saya mengingatnya sebagai penyanyi perempuan berwajah ayu. Kulitnya cerah. Hidungnya mancung. Bibirnya padat merah merekah. Matanya syahdu. Bulu matanya lentik. Rambutnya hitam, panjang, laksana mayang terurai. Dadanya permai, padat, berisi. Suaranya bak buluh perindu ketika dia bernyanyi,

“Aku tak biasa … “

Dia Alda Risma Elvariani. Lahir di Bogor, 23 November 1982. Berat 50 kilogram, tinggi 162 sentimeter. Tadi malam ia meninggal dunia [diperkirakan] dalam perjalanan menuju rumah sakit. Dan saya pun tertunduk seraya berbisik, from dust to dust, ashes to ashes

Ah, kenapa Alda pergi dalam usia begitu muda? Akankah kepergiannya membuka sebuah skandal yang lain? Another politician? « Read the rest of this entry »