Aceh Pecas Ndahe
Desember 13, 2006 § 6 Komentar
Untuk pertama kalinya rakyat Aceh memilih kepala daerahnya sendiri. Setelah melewati proses pertarungan yang demokratis dan sah, ternyata calon-calon pemimpin dari kalangan bekas anggota Gerakan Aceh Merdeka unggul untuk sementara. Ada yang tenang, ada yang hatinya rusuh.
Yang tenang — tapi mungkin dengan perasaan yang tak menentu juga — mengatakan, “Kita harus menerima hasil itu. Ini demokrasi, Bung!”
Yang penuh curiga dan perasaan waswas berujar, “Wah, jangan-jangan nanti mereka minta merdeka?” « Read the rest of this entry »
Kompas Pecas Ndahe
Desember 11, 2006 § 19 Komentar
Seorang wartawan dipecat dari Kompas. Dan keriuhan pun terjadi. Para aktivis kebebasan pers, asosiasi jurnalis, juga rekan-rekan sang korban mengecam tindakan itu. Mereka menganggap Kompas telah berlaku dengan tak semena-mena.
Suka tak suka, Kompas itu salah satu kelompok media terbesar di Tanah Air, baik secara bisnis, tiras, maupun jumlah karyawan. Tak heran bila insiden itu menjadi buah bibir, termasuk di pabrik saya.
Apa boleh buat, koran itu membuat mereka yang bekerja di industri yang sama bertanya-tanya: Mengapa hal itu bisa terjadi? Ke manakah perginya hati nurani, cita-cita, juga idealisme?






