2014 Pecas Ndahe

Januari 7, 2015 § 49 Komentar

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2014 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Museum Louvre dikunjungi 8,5 juta orang setiap tahun. Blog ini telah dilihat sekitar 140.000 kali di 2014. Jika itu adalah pameran di Museum Louvre, dibutuhkan sekitar 6 hari bagi orang sebanyak itu untuk melihatnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Tubuh Pecas Ndahe

Januari 6, 2015 § 38 Komentar

Ini cerita tentang perempuan dan kerinduan padanya. Ini perihal sosok yang tak pernah habis ditulis dalam bentuk prosa, sajak, puisi, syair, fotografi, dan sebagainya.

Cerita I:

Your soul
is beautifully
written.

I’ve plagiarized
you
in every poem.

« Read the rest of this entry »

Konten Pecas Ndahe

November 26, 2014 § 57 Komentar

Bagaimana kiat membuat konten twit yang bagus, disukai orang, di-RT banyak orang atau di-favorite banyak akun? Begitulah beberapa pertanyaan yang kerap saya terima.

Ada banyak jawaban. Begitu banyak teori. Saya lebih suka berbagi pengalaman selama saya berkicau di linimasa dan memberi contoh twit-twit saya yang mungkin bisa menjawab pertanyaan di atas.

Seperti apakah twit-twit itu? « Read the rest of this entry »

Menyatu Pecas Ndahe

November 19, 2014 § 37 Komentar

Apa pertimbangan orang waktu mau beli mobil? Harga? Kenyamanan? Keamanan? Keiritan? Kinerja mesin? Kecepatan?

Setiap orang tentu memiliki jawaban yang berbeda-beda, sesuai kemampuan finansial dan kebutuhan lainnya. Sampean mungkin mengutamakan harga sebuah mobil, terjangkau atau tidak.

Si Anu barangkali mementingkan kenyamanan sebuah mobil untuk keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Si dia bisa saja mencari mobil yang bisa ngebut tanpa peduli harga dan konsumsi bahan bakarnya irit atau boros. Begitu seterusnya.

Sebagai orang yang mengaku sportif, suka kegiatan luar ruang, jalan-jalan bersama keluarga dan teman-teman ke gunung atau pantai, tentu saja saya memerlukan kendaraan yang cocok dengan kebutuhan tersebut. « Read the rest of this entry »

Ayah Pecas Ndahe

November 17, 2014 § 63 Komentar

Seorang teman mengirimkan cerita ini beberapa hari yang lalu. Saya tak tahu apakah ini kisah nyata atau bukan. Yang jelas, saya jadi merenung setelah selesai membacanya.

Begini ceritanya. Syahdan ada seorang ayah yang menurut tetangganya sukses mendidik anak-anaknya. Salah satu anaknya menjadi dokter terkenal. Setiap hari antrean pasiennya mengular. Ia juga kerap diminta berceramah tentang kesehatan di pelbagai forum lokal dan internasional.

Dua anak lainnya pengusaha hebat. Bisnisnya tersebar di mana-mana, bukan hanya di dalam negeri, tapi juga sampai luar negeri. Hampir setiap hari nama mereka diberitakan di media-media sebagai contoh wirausahawan yang membawa harum nama bangsa.

success

Para tetangga pun jadi iri melihat kesuksesan mereka. Iri? « Read the rest of this entry »