Pelangi Pecas Ndahe

Januari 10, 2008 § 37 Komentar


aku matahari
kamu hujan

KITA melahirkan pelangi …

Mama Pecas Ndahe

Januari 9, 2008 § 39 Komentar

Grafiti truk selalu mengundang senyum, meskipun untuk memotretnya diperlukan sedikit aksi akrobatik keahlian, dan keberuntungan. Saya termasuk yang kerap beroleh keberuntungan itu, seperti ketika bertemu truk nggaya ini di jalan tol dalam kota Jakarta.

Rasanya lucu juga membaca kalimat, “Tak ada waktu buat mamah” [pakai “h”] ini. Ah, ini pasti karena mas sopirnya mencoba playing hard to get alias somse. Sebab, bukankah biasanya selalu ada waktu untuk mamah, terutama kalau malam? « Read the rest of this entry »

Sabuku Pecas Ndahe

Januari 9, 2008 § 22 Komentar

Buku adalah jendela ilmu. Jadi kalau mau jadi orang berilmu, berkunjunglah ke Sabuku.com. Jikalau suka, silakan beli bukunya.

Ya, ya … tentu saja karena pengelola toko buku online dengan tagline “for an easy shopping and fair book price” itu adalah teman-teman lama saya — zaman saya muda dulu. Halah! « Read the rest of this entry »

Jarwo Pecas Ndahe

Januari 8, 2008 § 40 Komentar

Waduh, dek Jarwo ini aya-aya wae. Kok ya bisa-bisanya sebagai Wakil Presiden Republik Mimpi sampean tersandung kasus penipuan melalui cek kosong? Untung sampean ndak ditahan polisi.

Sampean sengaja atau dijebak sih? Lah terus bagaimana nasib acara kondang Republik Mimpi, News Dot Com itu? Jadi berhenti sementara atau bagaimana?

Ah, ketenaran kadang memang suka menipu dan membuat orang kecanduan. Kalau tak kuat, orang bisa-bisa terpeleset. Saya jadi ingat Roy Marten, Fariz RM, Ahmad Albar, dan lain-lain …

Artikel Pecas Ndahe

Januari 7, 2008 § 29 Komentar

Kali ini tentang anak kandung sebuah komunitas yang mengasyikkan itu. Apa lagi kalau bukan Blogfam Magazine.

Media gratis itu kemarin menerbitkan satu artikel saya yang ndak mutu tentang makanan dan sebagainya.

Kalau sampean merasa tertipu setelah membaca tulisan itu, Daeng Amril-lah yang mesti bertanggung jawab, bukan saya, hehehe … Dialah yang tempo hari meminta saya menulis di sana. « Read the rest of this entry »