Homo Pecas Ndahe
Januari 2, 2008 § 28 Komentar
Tahun baru. Blog baru. Kenapa tidak?
Mumpung masih banyak gagasan dan angan-angan. Senyampang masih ada penyedia hosting gratisan. Bahwa hasilnya kurang memuaskan sampean atau sudah basi, ya itu urusan sampean, bukan urusan saya. « Read the rest of this entry »
Pesta Pecas Ndahe
Januari 1, 2008 § 42 Komentar
Baiklah, sekarang pesta sudah usai. Lampu padam. Piring kotor menumpuk di dapur. Kembang api hangus. Mercon gosong. Tapi, kenangan itu belum pergi juga.
Saya terkenang pada wajah-wajah lesi para pengungsi korban banjir di Bojonegoro. Mereka melewatkan malam pergantian tahun dalam dingin dan lapar di dalam gerbong kereta api yang menjadi tempat penampungan sementara.
Saya teringat pada guratan kesedihan warga yang rumahnya terendam luapan Bengawan Solo. Mereka termangu menatap layar kaca televisi yang memamerkan pendar-pendar cahaya warna-warni di kota lain.
Sebuah pesta. Sebuah tragedi. Keduanya lahir dalam kenangan yang berbeda. « Read the rest of this entry »
Kalender Pecas Ndahe
Desember 31, 2007 § 37 Komentar
Untunglah pergantian tahun dihitung berdasarkan aturan kalender Masehi. Coba seandainya pakai metode melihat bulan dan sebagainya itu, bisa-bisa ada yang sudah merayakan tahun baru hari ini, ada yang besok, dan ada yang kemarin.
Tapi, kenapa ya masih ada di antara kita yang terkesan lebih suka mempersulit hal-hal yang mudah, membuat soal yang gampang jadi rumit?
Bukit Pecas Ndahe
Desember 30, 2007 § 11 Komentar
Di atas bukit-bukit itu, kembang api melukis langit. Apinya menyala. Sinarnya membelah malam.
Di ujung cemara itu, dar-der-dor suara mercon mengoyak sepi. Gaungnya berderai sampai jauh.
Di bawah mendung itu, ada hati yang layu. Ngelangut. Membeku bersama rindu. Aku tak tahu punya siapa.
Kamukah? Atau kita …



