Bintang Pecas Ndahe
Desember 2, 2007 § 23 Komentar
Hujan bintang di atas Senayan.
Langit keperakan.
Bulan jingga.
Tubuhmu harum cendana.
Tujuh bidadari turun dari surga, membawa selendang bergambar naga.
Aku meliuk di antara puisi dan prosa.
Kau tersenyum. Hatiku bergelora.
Aku ingat, waktu itu matahari sudah terbenam. Dan karena di daerah khatulistiwa hampir tak ada senja, bayang-bayang menyebar menyambut sinar bulan. Jakarta mulai dibungkus malam. Punggungnya dibalut pasmina merah saga. « Read the rest of this entry »
Bude Pecas Ndahe
November 30, 2007 § 36 Komentar
Kadang-kadang batas yang sangat jelas antara kehidupan dan kematian itu begitu kabur: seseorang mungkin meninggal dan pergi, namun dia tetap berada di antara mereka yang hidup …
:: untuk bude saya yang hari ini dimakamkan di bawah keteduhan pohon bambu di pemakaman blunyah redjo, yogyakarta.




