Kubu Pecas Ndahe
Oktober 30, 2007 § 44 Komentar
Setelah pesta usai, lampu panggung dimatikan, piring kotor dicuci, dan disimpan lagi, sekarang saatnya saya leyeh-leyeh. Dua hari kemarin, Minggu dan Senin, saya sempatkan blogwalking membaca aneka ulasan kawan-kawan bloger, juga melihat [dan mentertawakan foto-foto] yang bertebaran di Flickr tentang Pesta Blogger 2007.
Secara sepintas saya menemukan sesuatu yang menarik: ada dua kubu ulasan tentang Pesta Blogger 2007. Kubu bloger senior [untuk tak menyebut umur mereka yang sudah 35+] dan idealis umumnya menilai Pesta Blogger masih kurang ini dan itu, mestinya harus begina dan begini. Seraya memberikan sedikit pujian, kelompok yang ini merasa para bloger mestinya ndak cuma bisa ngumpul dan hura-hura.
Kubu kedua, para bloger yang umurnya lebih muda [-35], generasi tanpa beban, kebanyakan menulis hal-hal yang lebih kasual, santai, ndak terlalu peduli dengan misi ini dan itu. Tapi, kelompok yang ini lebih antusias. Bergelora semangatnya.
Mereka ini merasa Pesta Blogger adalah kesempatan langka. Bisa hadir di Pesta Blogger saja merupakan sebuah kegembiraan, apalagi bertemu langsung dengan teman-teman sepergaulan di ranah digital yang semula hanya bisa ditemui di kotak komentar atau shout box.
Saya termasuk yang mana? « Read the rest of this entry »
Brokoli Pecas Ndahe
Oktober 29, 2007 § 27 Komentar
Saya baru sampai di pabrik dan buka komputer pagi ini. Belum juga sempat meredakan napas yang ngos-ngosan. Belum juga minum air putih dingin. Ealah, lah kok setumpuk undangan dan memo sudah memenuhi meja.
Begitu buka komputer dan email, hwsayu … banyak amat pesan-pesan yang masuk. Saya buka satu per satu, saya intip dan baca pelan-pelan.
Hwadoh! Lah kok hampir semuanya mengingatkan saya bahwa pesta sudah berlalu dan mulai hari ini saya kembali menjadi buruh pabrik lagi seperti biasa — yang harus menaati perintah para bos dan juragan.
Setenggok tugas sudah menanti. Sebakul pekerjaan sudah menunggu. Ya, ampun … « Read the rest of this entry »
Momen Pecas Ndahe
Oktober 28, 2007 § 57 Komentar
Bloger Indonesia mencetak sejarah di Blitz, Megaplex, Jakarta, ketika kemarin bertemu dalam Pesta Blogger 2007. Menteri Komunikasi dan Informasi M. Nuh menggenapkan momen historis itu dengan mencanangkan tanggal 27 Oktober sebagai Hari Bloger Nasional.
Ya, saya ada di sana ketika sejarah itu terjadi. Saya menjadi bagian dari sekitar 500 ratusan bloger seluruh Indonesia yang dengan bergelora meneriakkan, “Hidup bloger Indonesia.” « Read the rest of this entry »




