Desainer Pecas Ndahe

November 2, 2007 § 22 Komentar

Saya selalu kagum kepada kreator advertensi: para desainer kreatif itu. Ide mereka selalu brilian. Bernas. Dan, mereka bisa saja gitu loh, melihat peluang bahkan di tempat nyaris tak pernah kita duga dan pikirkan sebelumnya.

Lihat saja iklan sebuah kursus yoga di pipet atawa sedotan minuman ini. Pesannya kena betul. Yoga memang identik dengan kelenturan dan keluwesan, bukan? « Read the rest of this entry »

Gandhi Pecas Ndahe

November 1, 2007 § 28 Komentar

Gara-gara bercakap ihwal agama, iman, keyakinan, aliran, konflik antarumat, juga Gandhi, akhirnya obrolan ngalor-ngidul dengan Paklik Isnogud berkembang ke mana-mana — seperti biasa.

Paklik bercerita, seseorang pernah bertanya kepada Gandhi, “Bila hanya ada satu Tuhan, tidakkah seharusnya hanya ada satu agama saja?”

Gandhi, menurut kisah Louis Fischer, menjawab, “Sebatang pohon punya sejuta daun. Ada banyak agama sebagaimana ada banyak pria dan wanita, tapi semua berakar kepada Tuhan.” « Read the rest of this entry »

Aliran Pecas Ndahe

November 1, 2007 § 39 Komentar

Bisakah sebuah keyakinan atau aliran diadili, lalu dihukum? Perlukah negara mengurus soal keyakinan warga negaranya? « Read the rest of this entry »

Comblang Pecas Ndahe

Oktober 31, 2007 § 18 Komentar

Manusia adalah makhluk sosial (homo socius), yang bergaul dan berinteraksi dengan sesamanya. Manusia membutuhkan relasi dengan manusia lain.

Aha, betapa sering kita mendengar kalimat itu. Seperti klise, kalimat itu telah dicetak ulang jutaan kali hingga kadang kita lupa siapa yang pertama kali mencetuskannya.

Saya juga ndak ingat siapa yang pertama kali mengeluarkan kalimat klise itu sampai seorang teman tiba-tiba bertanya lewat YM, tadi menjelang makan siang. Soalnya dia mau nulis tentang manusia sebagai makhluk sosial di blognya. Dan saya ngikutin saran dia untuk menulis juga … hihihi …

Untung saya punya Paklik Isnogud — telaga yang teduh itu. Saya bisa bertanya soal apa saja kepadanya. Menurut Paklik, Adam Smith pernah menulis The Theory of Moral Sentiments pada 1759. Di buku itu, Smith berbicara tentang manusia sebagai makhluk sosial.

“Tapi, kenapa sampean menanyakan soal itu, Mas?” tanya Paklik.

Parasnya terlihat agak jengkel. Wadoh! Kenapa nih? « Read the rest of this entry »

Maia Pecas Ndahe

Oktober 31, 2007 § 47 Komentar

Saya bukan mau ngajak sampean bergunjing dan berbagi gosip, Ki Sanak. Meski ini tentang trio kwek-kwek Maia Ahmad, Ahmad Dhani, dan Mulan Kwok itu, tapi ini bukan soal perceraian, perselingkuhan, ataupun pertengkaran mereka.

Saya cuma mau ngasih usul ke Maia, juga Dhani dan Mulan. Ketimbang capek dikejar-kejar wartawan infotainment, dan saya sebagai pembaca sekaligus penonton televisi juga merasa bosan melihat kalian seperti “banci tampil”, mbok ya sudah ngungsi saja ke mana gitu.

Mau ke Ndiwek, boleh. Mau ke Bojongkenyot, Dukuh Paruk, Dusun Seti, atau mana sajalah, silakan. Pokoknya pergilah jauh-jauh. « Read the rest of this entry »