Badge Pecas Ndahe
Oktober 21, 2007 § 15 Komentar
Dari Caplang, saya tahu ada kuis blogger di Blog Action Day. Di kuis itu kita diminta mengisi tujuh pertanyaan. Setelah itu akan muncul badge yang menunjukkan kita itu tergolong bloger dari jenis yang mana.
Iseng-iseng, saya ikut mengisi kuis itu dan inilah hasilnya: saya dinilai sebagai bloger sejati, pakar, tapi belum ngetop. Kekekek ..
Nah, sampean tergolong bloger apa, Ki Sanak? Silakan langsung menuju TKP.
Kutang Pecas Ndahe
Oktober 20, 2007 § 47 Komentar
Gambaran perempuan tentang lelaki yang seksi itu memang macam-macam. Ada yang bilang pria seksi itu yang otaknya encer. Ada lagi yang menganggap pria itu baru bisa disebut seksi kalau bisa kulitnya putih, tubuhnya langsing, dan pantatnya penuh.
Seorang kawan, tentu saja perempuan, punya pendapat lain. Dia bilang lelaki yang seksi itu yang, “Tatapannya bisa membuat pedhot [putus] tali kutang.”
Halah. Saya ngakak mendengar komentarnya yang lucu bin wagu itu. Maklum saja, Ki Sanak. Teman saya itu memang mengaku rada ndesit karena berasal dari Semin, sebuah desa kecil di Gunung Kidul sana. [Ups, bakal ada yang protes nih]
Tapi, dia ngamuk ketika saya ngakak begitu mendengar istilahnya yang ajaib dan ndak umum itu.
“Sik, Mas. Sampean kok malah ngguyu. Ndak terima aku,” begitu katanya. « Read the rest of this entry »
Kekasih Pecas Ndahe
Oktober 19, 2007 § 27 Komentar
Sebuah sandek [SMS] masuk ke telepon genggam saya. Pengirimnya tak saya kenal karena nomornya tak tercantum dalam phonebook. Siapakah gerangan?
Saya ndak tahu, tapi saya berpikir yang baik-baik saja. Yah, siapa tahu ada kerabat jauh atau kawan baru yang ingin mengucap selamat berlebaran, dan permintaan maaf lahir dan batin.
Saya pun segera membukanya. Aha … « Read the rest of this entry »
Sugih Pecas Ndahe
Oktober 18, 2007 § 24 Komentar
Ini berita baru, tapi saya tak terkejut. Hasil survei Merrill Lynch dan Capgemini menunjukkan bahwa jumlah orang kaya di Indonesia naik 16,2 persen pada 2006, menjadi 20 ribu orang — nomor tiga di Asia-Pasifik.
Yang dimaksud orang kaya itu, menurut Merrill Lynch dan Capgemini, adalah orang dengan kekayaan lebih dari US$ 1 juta (sekitar Rp 9,2 miliar) dalam bentuk aset finansial, seperti uang tunai, ekuitas, dan surat berharga.
Hasil survei berjudul Asia-Pacific Wealth 2007 itu diumumkan di Hong Kong, Selasa lalu. Survei tersebut merupakan bagian dari Survei Kemakmuran Dunia 2007 yang diumumkan pada Juni 2007.
Kenapa saya ndak kaget? Pertama-tama tentu saja karena saya [untunglah] ndak masuk dalam kategori wong sugih seperti yang dimaksud dua lembaga keuangan internasional itu.
Kedua, jumlah 20 ribu terlalu moderat. Menurut saya, jumlah wong sugih di Indonesia itu sesungguhnya jauh lebih besar. Maklum, banyak orang yang pinter menyembunyikan kekayaannya. Terus, bagaimana ngitungnya? « Read the rest of this entry »
Bangkit Pecas Ndahe
Oktober 17, 2007 § 7 Komentar

Lewat posting ini saya nyataken ikut gerakan “Kampanye Bangkit & Suarakan 2007”.


