Inspirasi Pecas Ndahe

September 5, 2007 § 12 Komentar

Sebuah posting adalah inspirasi bagi orang lain. Saya mendapatinya pada sebuah blog yang baru saya temukan. Langit biru namanya.

Terus terang saya ndak kenal siapa pemilik blog itu. Pun saya ndak tahu dia itu laki-laki atau perempuan.

Tapi, begitu saya membaca tiga tulisan yang ada di blog itu, saya jadi bungah dan merasa terhormat karena salah satu posting saya ternyata telah memberinya inspirasi untuk membuat posting lanjutan.

“Halah. Tapi, jan-jane sampean yo bangga to, Mas?” tanya Paklik Isnogud, sedikit menyindir.

Saya nyengir. « Read the rest of this entry »

Selingkuhan Pecas Ndahe

September 4, 2007 § 38 Komentar

Bagaimana rasanya menjadi perempuan kedua, perempuan yang bukan istri atau pasangan yang “sah” dari seorang lelaki?

Menyedihkan atau justru menyenangkan?

Saya beruntung punya seorang teman perempuan, seorang “mahmud” alias mamah muda [selingkuhan gitu deh …], yang bersedia saya ajak berdiskusi tentang hubungannya dengan lelaki yang sudah beristri.

Demi alasan keamanan dan nama baik, saya memilih tak menyebutkan siapa teman perempuan saya itu, juga url blognya. Kecuali dia berubah pikiran. Hehehe …

Saya beri gambaran saja, profil teman perempuan saya itu seperti ini: lajang, social smoker, usia 30+, lulusan perguruan tinggi negeri ternama, dan sekarang bekerja di lingkungan yang sangat terhormat di Jakarta. Err .. ada lagi, I considered her as a nice and good looking person. Halah … « Read the rest of this entry »

Makinseru Pecas Ndahe

September 3, 2007 § 17 Komentar

Sampean sering sebel melihat orang yang kalau menelepon sampai berjam-jam? Pengen nimpuk orang itu?

Hahaha … sama. Tapi, ndak usah buru-buru nimpuk beneran, Ki Sanak. Sampean bisa melakukan simulasi saja. Caranya? « Read the rest of this entry »

Kabut Pecas Ndahe

September 3, 2007 § 17 Komentar

Malam seperti itu, hujan sering turun
Ada kabut tipis dalam gelap, tumbuh dari udara panas
Kulit terasa lekat
Tapi hujan telah menunjukkan janjinya, untuk datang
Kaki-kaki telah bergegas
Orang mencari tempat dan atap — Fred de Silva

Bukan cuma hujan yang menepati janji. Di Puncak, kabut justru nyaris tak pernah ingkar janji untuk datang di senja hari.

Seperti sore itu, beberapa puluh meter menjelang Merlimba Garden, kabut mulai membungkus jalanan, lalu perlahan turun seperti kelambu putih menutup ranjang.

Saya menginjak rem, mengoper gigi, lalu belok kiri menuju pintu gerbang taman. Seorang petugas parkir menyambut ramah. Senyumnya mengembang seraya tangannya mengangsurkan selembar karcis.

“Lurus saja, Pak,” katanya. Tangannya menunjuk ke sebidang lahan kosong persis di depan Merlimba Kitchen, tempat makan favorit Diajeng. « Read the rest of this entry »

Starbucks Pecas Ndahe

September 1, 2007 § 18 Komentar

Coffee anyone?

[terima kasih untuk mas gandrik yang mengirimkan foto ini. mohon maaf, saya ndak tahu ini foto bikinan siapa dan di mana lokasinya]