Senin Pecas Ndahe

Mei 28, 2007 § 20 Komentar

Selamat hari Senin, Ki Sanak. Bagaimana kabar sampean hari ini? Kayaknya makin seger saja? Habis liburan ya? Habis gajian ya?

Apa? Sudah habis? Buat bayar utang?

Halah.

Yo wes, ndak apa-apa. Kerja lagi. Sebulan lagi kan gajian lagi toh? Ayo kerja, kerja, kerja … Jangan baca blog mulu.

Sampai jumpa di posting berikutnya ya … 😀

Jangan lupa, ayo nyanyi lagu ini dulu … « Read the rest of this entry »

Setahun Pecas Ndahe

Mei 27, 2007 § 14 Komentar

Malam ini saya kembali bersujud dan runduk mengenang bencana gempa bumi yang menghumbalang kota kelahiran saya, Yogyakarta, tepat setahun yang lalu.

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Apa kabar yang di sana?

Saya ingat, beberapa jam setelah gempa itu mengguncang, dan setelah menelepon ibu di sana, saya membuat posting di blog yang lama, dan setetes cairan hangat mengalir jatuh di pipi …

Malam ini, ingatan saya melayang lagi ke ibu yang kian sepuh dan baru keluar dari rumah sakit itu, juga para korban gempa yang masih tinggal di tenda-tenda. Ah, Jogja … « Read the rest of this entry »

Pesawat Pecas Ndahe

Mei 27, 2007 § 13 Komentar

Hari Minggu, libur, ndak ada kerjaan. Enaknya ngapain, Ki Sanak? Sampean ndak punya rencana mau keluar rumah, kan?

Mari kita membuat hasta karya lucu-lucuan: pesawat terbang bertenaga lalat.

Bahan:
1. Tiga (3) buah korek api pentul.
2. Lem atau perekat yang kuat.
3. Silet.
4. Jarum.
5. Empat (4) ekor lalat hidup.

Cara membuat: « Read the rest of this entry »

Arloji Pecas Ndahe

Mei 26, 2007 § 12 Komentar

Sampean mau beli arloji baru? Carilah yang sudah teruji kekuatannya seperti ini. Tetap bertahan meski sudah masuk badan …

Pancasila Pecas Ndahe

Mei 25, 2007 § 25 Komentar

Suatu siang saat salat Jumat di sebuah masjid di Jakarta. Jemaah duduk bersila, rapi, dan tenang, mendengarkan khatib menyampaikan khotbah.

Khatib itu berkata, “Di Indonesia tidak akan terjadi korupsi bila semua orang sudah mengamalkan Pancasila. Di Indonesia tidak akan terjadi ketimpangan sosial bila semua kita sudah mempraktikkan Pancasila. Di Indonesia tidak akan terdapat kesewenang-wenangan bila setiap pemimpin sudah hidup dengan cara Pancasila … ”

Saya lihat jemaah mulai mengantuk. Matanya setengah terpejam. Kepalanya tertunduk, badannya membungkuk, makin lama makin berat ke bawah seolah hendak jatuh. « Read the rest of this entry »