CGI Pecas Ndahe

Januari 30, 2007 § 12 Komentar

Jakarta membubarkan CGI, klab para pemberi utang itu. Lalu ada sebagian orang yang dengan bangga menepuk dada dan berteriak lantang: go to hell with your aids.

Para patriot bangsa yang tertipu?

Saya tak tahu. Jangan salah. Membubarkan CGI tak serta merta berarti kita lepas dari jeratan utang. CGI boleh bubar, utang dan bunganya jalan terus. Kita harus tetap membayar, sampai bokek. Beginilah nasib kita sebagai bangsa paria. Halah. « Read the rest of this entry »

DBD Pecas Ndahe

Januari 30, 2007 § 17 Komentar

Sudah tahu pemerintah kita itu paria, selalu lamban dan lambat bergerak, masih juga kita menyalahkannya dalam kasus demam berdarah.

Sudah tahu mencegah itu lebih baik daripada mengobati, masih juga kita sering mengabaikan gerakan menguras, menutup, dan mengubur itu.

Sudah tahu demam berdarah itu disebarluaskan oleh nyamuk kebun Aedes aegypti dan Aedes albopictus, masih juga kita menjadikan rumah dan lingkungan sekitarnya sebagai sarang perindukan nyamuk.

Ayo, Ki Sanak. Sebelum wabah kian meluas. Sebelum korban makin banyak. Sebelum keluar duit lebih besar. Mari kita segera menyiangi rumah dan melakukan gerakan menguras, menutup, dan mengubur sarang nyamuk itu.

Kobarkan perang melawan demam berdarah mulai sekarang. Tolong sebarkan pesan ini!

Revolusi Pecas Ndahe

Januari 29, 2007 § 13 Komentar

Sebagian orang menganggap revolusi itu sesuatu yang seksi. Revolusi, katanya, bisa membuat segala hal berubah dalam semalam. Karena itu, banyak orang bercita-cita membikin revolusi. Tapi, kawan saya Mas Bli Pedande justru merasa ngeri setiap kali mendengar kata “revolusi.”

“Sampai saat ini, saya selalu tersentak jika melihat orang berdarah, dan jika menemukan kata ‘revolusi,” tulis Mas Bli Pedande dalam e-mailnya.

Ada apakah gerangan sampai Mas Bli Pedande mengirimkan surat elektronik seperti itu? Saya terpaksa membaca-baca kembali semua koran yang tak sempat saya baca selama lebih dari sepekan. Menyisir berita demi berita. Aha! Saya menemukan jawabannya. « Read the rest of this entry »

Pemakaman Pecas Ndahe

Januari 29, 2007 § 28 Komentar

Sampean butuh pekerjaan? Mau nggak jadi sales kuburan? Eits, jangan mencibir dulu. Gajinya lumayan lo, Rp 10 juta per bulan.

Kalau berminat, silakan telepon taipan Mochtar Riady. Bos Grup Lippo ini sedang membangun taman pemakaman mewah seluas 500 hektare di Karawang Barat, 46 kilometer dari Jakarta. Dan, dia membutuhkan wiraniaga yang sanggup menjual kapling “rumah masa depan” itu ke publik.

Hayo, siapa berminat? « Read the rest of this entry »

Bikers Pecas Ndahe

Januari 28, 2007 § 14 Komentar

Para pengendara sepeda motor menentang rencana pemerintah Jakarya melarang sepeda motor masuk jalan protokol: Sudirman dan M.H. Thamrin. Aturan itu dianggap diskriminatif dan memiskinkan masyarakat.

Para bikers yang tergabung dalam pelbagai perkumpulan itu lalu unjuk rasa, ramai-ramai berpawai sambil mengusung spanduk berisi kecaman terhadap larangan itu. Benarkah larangan itu diskriminatif? Bagaimana sebetulnya mengelola lalu lintas Jakarta yang semakin semrawut ini?

Saya tak tahu, tapi … Aha! Paklik Isnogud pasti punya dongeng yang inspiratif tentang lalu lintas yang kian kusut di Jakarta ini. Saya mau cari dia dulu. Apalagi sudah lebih dari sepekan saya tak bertemu dengannya. « Read the rest of this entry »