Kerabat Pecas Ndahe

Januari 15, 2008 § 28 Komentar

Grafiti truk ternyata tak melulu lucu. Di Jogja, Annots yang anggota komunitas CahAndong itu malah menemukan grafiti yang agak-agak serem: krabat iblis.

Dia lalu berbaik hati mengirimkan fotonya ke saya lewat email. Begini katanya … « Read the rest of this entry »

Soeharto Pecas Ndahe

Januari 14, 2008 § 37 Komentar

Dari arsip lawas di sebuah situs di Belanda, saya menemukan karikatur [politik] tentang Soeharto ini.

Sayang sekali saya ndak tahu secuil pun tentang bahasa Belanda. Adakah di antara sampean yang bisa menterjemahkan kata-kata itu?

Siapa tahu karikatur yang dimuat di sebuah koran pada 1973 ini bisa jadi penanda, sebuah ingatan melawan lupa, tentang sejarah kita di masa lalu dan apa yang pernah dilakukan jenderal berbintang lima itu, dulu …

Cerita Pecas Ndahe

Januari 14, 2008 § 29 Komentar

Kaos bisa sama. Cerita pemakainya yang beda. Ceritakanlah kaos sampean, atau kaos keluarga sampean. Baik kaos baru maupun kaos lama yang sudah jadi lap, itu bukan masalah. Yang penting ada gambarnya.

Ceritakan dan bagikanlah di sini: Ceritakaos.com.

Kenapa kaos? « Read the rest of this entry »

Ridla Pecas Ndahe

Januari 13, 2008 § 17 Komentar

Bukan kematian benar menusuk kalbu
Keridlaanmu menerima segala tiba
Tak kutahu setinggi itu atas debu
Dan duka maha tuan bertahta — [Chairil Anwar]

Tapi justru keridlaan itulah soalnya — sesuatu yang hingga sore ini mestinya sudah harus dimiliki oleh Klan Cendana. Sang kepala keluarga sudah di ujung ajal, berada dalam batas yang sangat tipis antara yang fana dan baka. Hanya ada satu jalan: ikhlas, melepas.

Sebab, sampai kapan juga seseorang sanggup bertahan dari takdirnya? Apakah dia memilih rumah Cendana untuk pulang?

Pertanyaan Pecas Ndahe

Januari 11, 2008 § 46 Komentar

Tahun ini ada Pesta Blogger lagi ndak, Ndoro? Mau bikin apa lagi? Kapan? Di mana?

Begitulah pertanyaan-pertanyaan dari beberapa kawan belakangan ini mengenai kelanjutan nasib Pesta Blogger 2007. Mereka menanyakannya setiap kali bertemu saya, di pelbagai kopdar kesempatan.

Terus terang saya ndak tahu jawabannya dan bagaimana menjawabnya. Bukan apa-apa, soalnya saya sendiri malah heran, kenapa mereka tanya ke saya?

“Lah, sampean kan kemarin itu jadi salah satu panitia, Ndoro.”

Memang. Tapi, bukan berarti saya harus jadi panitia lagi tahun ini. Saya pun ndak wajib bikin Pesta Blogger lagi — kecuali kalau kawan-kawan menghendaki.

“Kenapa begitu, Ndoro?”

“Lah, kenapa tidak?” « Read the rest of this entry »