Meme Pecas Ndahe

November 14, 2014 § 26 Komentar

Ahok adalah sinar terang di ujung lorong. Ia harapan warga Jakarta yang kian suram dan ruwet.

Harapan itu membesar setelah DPRD DKI Jakarta hari ini secara resmi menetapkan Basuki T. Purnama alias Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta. Ahok adalah wakil gubernur yang naik karena gubernur sebelumnya, Joko Widodo, menjadi presiden.

Kita tahu Ahok melewati jalan yang terjal sebelum mencapai kursi DKI 1. Berasal dari kaum minoritas, kemunculannya membuat kelompok radikal seperti FPI bagaikan disengat lebah.

FPI menganggap Ahok sebagai batu di tengah jalan yang harus disingkirkan. Maka kelompok minoritas ini pun gencar menolak Ahok.

Tapi sebagian besar warga Jakarta lainnya, the silent majority, ada di belakang Ahok. Dukungan mereka setidaknya muncul di media sosial. Seperti apa bentuk dukungan itu? « Read the rest of this entry »

AADC Pecas Ndahe

November 7, 2014 § 42 Komentar

Cinta belum habis dibicarakan. Muncul pertama kali pada 2002, film tentang remaja yang melejitkan nama Dian Sastro ini ternyata tetap ditunggu banyak penggemarnya.

Hari ini, sebuah jenama aplikasi obrolan singkat, Line, meluncurkan video kampanye berupa mini drama yang seolah-olah lanjutan film legendaris besutan sutradara Rudi Soedjarwo itu.

Sejak pagi video itu viral dan ramai dibincangkan di pelbagai media sosial. Dua kata kunci, Ada Apa dengan Cinta dan Rangga sempat menjadi trending topic di Twitter. « Read the rest of this entry »

Museum Pecas Ndahe

November 3, 2014 § 28 Komentar

Philips adalah cerita tentang kerja keras, keuletan, dan inovasi tanpa henti. Saya melihat jejak cerita itu di kota kelahirannya Eindhoven, Belanda.

Eindhoven, menurut Wikipedia, luasnya sekitar 88 kilometer persegi dan populasinya 213.809 jiwa (1 Januari 2010), menjadikannya sebagai kota terbesar kelima di Belanda dan terbesar di Provinsi Brabant Utara.

Akhir September lalu saya terbang ke Eindhoven atas undangan PT Philips Indonesia. Ini kali pertama saya menginjakkan kaki di Negeri Kincir Angin. « Read the rest of this entry »

Keluarga Pecas Ndahe

Oktober 28, 2014 § 29 Komentar

Keluarga adalah impian tentang kebersamaan dan kerukunan. Karena itulah, setiap anggota keluarga, apa pun caranya dan berapa pun ongkosnya, bertekad mewujudkannya.

Tapi jalan menuju impian itu sering kali berliku, seperti yang kita lihat pada ikhtiar Keluarga Adi Dharma (Donny Damara) menemukan ayahnya.

Syahdan, Adi bertemu dengan sahabat masa kecilnya, Hendra. Pertemuan ini membuat Adi yang telah berusia separuh baya menemukan kenyataan mengejutkan tentang masa lalunya.

Saat mereka bertemu, Hendra membisikkan secuil informasi mengenai ayah Adi yang selama ini menghilang. Dari info Hendra itulah, Adi lalu ingin segera pergi seorang diri ke Malang, Jawa Timur. Di kota inilah Adi yakin dapat menemukan ayahnya.

Rupanya niat Adi ke Malang seorang diri ditentang istrinya, Gita (Maryam Supraba). Gita memaksa Adi mengajak dirinya, serta dua buah hatinya, Ariana (Gritte Agatha) dan Chaka (Aji Santosa). Meski putri sulungnya, Ariana, menolak mati-matian untuk ikut. « Read the rest of this entry »

Pertanyaan Pecas Ndahe

September 23, 2014 § 73 Komentar

Aku suka pertanyaan. Terutama pertanyaan yang datang dari mulutmu yang tak henti merenyeh. Kamu sering menanyakan hal-hal yang tampaknya tak penting dan aneh, tapi selalu mengusik hatiku.

Suatu kali, misalnya, kamu pernah bertanya, “Berapa liter air mata yang tumpah di Jakarta setiap hari?”

Pasti sulit sekali untuk mengukur berapa liter air mata yang tumpah di kota ini. Karena kita tahu ada orang-orang yang hanya menangis dalam hati sambil memandangi keluar jendela kantornya. Jendela apartemennya. Jendela rumahnya. Jendela bus Transjakarta. Atau jendela taksi.

Tapi begitulah caramu bertanya. Sesuatu yang aku sukai sejak dulu. Sampai sekarang. « Read the rest of this entry »