Idol Pecas Ndahe
Desember 16, 2007 § 37 Komentar
Presiden juga manusia. Karena itu, boleh dong Susilo Bambang Yudhoyono nonton acara final Asian Idol yang disiarkan langsung lewat RCTI malam ini.
Sebuah layar raksasa sudah disiapkan di Hotel Grand Candi, Semarang, tempat Presiden dan rombongan menginap — mirip perhelatan “nonton bareng” pertandingan sepak bola di kafe-kafe.
Saya ndak tahu Presiden menjagokan siapa. Kepada siapa SMS dukungan akan ia kirimkan? Mike Mohede (Indonesia), Mau Marcelo (Filipina), Jaclyn Victor (Malaysia), Hadi Mirza (Singapura), Phuong Vi (Vietnam), atau Abhijeet Sawant (India)? « Read the rest of this entry »
Kelik Pecas Ndahe
Desember 14, 2007 § 35 Komentar
Ini cerita tentang “the boy next door”. Seorang teman, yang mejanya berada di seberang meja saya di pabrik. Seorang priyayi Ngayogyakarta Hadiningrat, dari jenis yang paling anteng.
Saking antengnya sampai saya ndak sadar kalau dia ternyata punya blog yang dahsyat: Piringan Hitam. Dan, satu lagi yang ndak saya duga sebelumnya, ia ternyata memiliki dua blog lain yang cukup langka: Pabrik Bunyi dan Arah Guru.
Saya sebut langka karena blog yang satu itu tentang “music that promotes humanity” [embuh maksudnya apa], dan yang satunya lagi berisi resensi tentang blog-blog milik para guru. « Read the rest of this entry »
Kado Pecas Ndahe
Desember 14, 2007 § 23 Komentar
:: Untuk semua yang cemburu pada waktu, kesempatan, dan kesibukan. Sebuah lagu — sekadar pengingat — dari Tic Band: Terbaik …
duhai engkau sang dewi ciptaan raja
dari langit kau turun ke dunia
untuk jadi milikku
jadi pendampingku selamanya
dengarkanlah setiap kata yang terucap
mengertilah karena hidup takkan
semudah kau kira
kau harus berlari mengejarnya
kutakkan berhenti
beri cinta dan rinduku
sampai kau mengerti dan pahami
semua yang kuberikan
jangan kau pergi dariku
bila waktuku sedikit untukmu
setiap hembusan nafasku
kulakukan yang terbaik untukmu
duhai engkau sang dewi ciptaan raja
mengertilah, karena hidup
takkan semudah kau kira
kau harus berlari mengejarnya
bila kau pergi, tetaplah kau ada di sini
dan menanti … « Read the rest of this entry »
Tika Pecas Ndahe
Desember 13, 2007 § 73 Komentar
Bagaimana rasanya bila blog sampean tiba-tiba kebanjiran pengunjung dan komentarnya berderet-deret? Kalau sampean ndak tahu karena merasa belum pernah mendapat berkah seperti itu, bertanyalah pada Tika.
Iya, Tika yang banget ituh …
Dulu, ketika masih indekos di Blogspot, dia sebetulnya juga sudah terkenal sih. Tapi, komentatornya belum sebanyak sekarang.
Begitu pindah ke rumah sendiri dengan mesin WordPress, barulah cem-ceman teman sekantor Momon ini menangguk kesuksesan tiada tara … ra … ra ….
Setiap posting baru mendapat 90-an komentar, jauh di atas rata-rata jumlah komentar sewaktu di Blogspot dulu. Tika jadi seleb? Bagaimana rasanya? « Read the rest of this entry »




