Raisya Pecas Ndahe
Agustus 22, 2007 § 15 Komentar
Oalah Nduk, Nduk … malang benar nasibmu. Masih kecil, baru juga lima tahun, kok sudah digondol orang. Padahal apa salahmu? Apa dosa bapak-ibumu?
Tega bener para penculik yang mencegatmu di jalan dan membawa dirimu entah ke mana. Apa mereka ndak punya anak perempuan ya? Bagaimana perasaan mereka seandainya anak perempuan mereka yang masih kecil diculik? Apa ya ndak sedih dan nelangsa?
Raisya Ali, si genduk yang lucu. Sudah berapa lama kamu menghilang? Sepekan? Oh, lebih ya? Apa kabarmu di sana, Nduk? Semoga kamu baik-baik saja. Moga-moga para penculik itu masih punya sedikit belas kasihan dan memberimu makan.
Kami di sini semua cuma bisa mendoakan agar kamu bisa cepat pulang …
UPDATE: Raisya akhirnya kembali ke pangkuan orangtuanya dengan selamat. Mereka dipertemukan di Markas Polda Metro Jaya, Jumat, 24 Agustus 2007, sekitar pukul 10.30 WIB. Penculiknya tertangkap. Alhamdulillah …
Supersemar Pecas Ndahe
Agustus 21, 2007 § 41 Komentar
Moga-moga sampean belum bosan, Ki Sanak. Saya mau cerita lagi tentang Roy Suryo. Ya, Roy yang suka bikin geger itu. Memangnya siapa lagi?
Saya baru saja membaca berita tentang Roy lagi di koran lokal Semarang, Suara Merdeka, Ahad lalu. Di koran itu disebutkan bahwa Roy Suryo bakal mengungkapkan lebih banyak lagi dokumen sejarah bangsa yang tersembunyi. Beberapa di antaranya tentang Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dan rekaman suara Presiden Soekarno saat membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan RI. « Read the rest of this entry »
UGM Pecas Ndahe
Agustus 20, 2007 § 31 Komentar
Jadi mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, di zaman sekarang ternyata makin susah. Bayar SPP mahal, kuliah pun belum tentu cepat lulus — seperti Momon itu. Hehehe …
Kantor berita Antara malah mengabarkan bahwa mahasiswa baru dari jalur SPMB di UGM yang tidak mampu membayar Sumbangan Pengembangan Mutu Akademik (SPMA) diminta oleh pihak rektorat untuk menandatangani surat pernyataan akan hidup sederhana selama mengikuti pendidikan.
Sampean tahu apa isi surat pernyataan itu, Ki Sanak? « Read the rest of this entry »





