Bulan Pecas Ndahe
November 26, 2007 § 25 Komentar
Why can’t it wait ’til morning?
We can talk about it then
‘Cos I’ve had a drink too many
And my troubles, well I ain’t got any
So close your eyes
I’ll make it oh, so nice …
Di atas ranjang itu kamu teratai di tengah telaga. Tegak. Tenang. Bercahaya.
Aku elang yang melayap di atas air. Mematuk. Mencengkeram. Mencabik.
Air menggeletar dalam temaram. « Read the rest of this entry »
Guru Pecas Ndahe
November 26, 2007 § 30 Komentar
Digugu lan ditiru. Itu wajah guru di masa lalu. Artinya, dipercaya dan diteladani.
Dulu kebanyakan orang mencitrakan guru sebagai sosok yang pintar, lurus, idealis, mengayomi, galak, dan kebanyakan kere — cuma punya sepeda yang bisa “standing dan terbang” seperti lagu Oemar Bakrie yang dinyanyikan dengan getir jenaka oleh Iwan Fals].
Sekarang?
Giliran sampean menilainya, Ki Sanak …
>> Salam hormat saya kepada semua guru — siapapun dan di manapun sampean berada — yang hari ini merayakan Hari Guru Indonesia.
Harimau Pecas Ndahe
November 26, 2007 § 21 Komentar
ada harimau mengaum di depanku
matanya nyalang, taringnya tajam sembilu
singkirkan, singkirkan setan itu
buru-buruaku tak mau terluka …
[kalaulah air mata tak cukup jua, aku masih punya mata air telaga]
Ida Pecas Ndahe
November 25, 2007 § 25 Komentar
Saya mengenal [suara] nya sejak dia masih jadi penyiar Radio Prambors, Jakarta, pada akhir 1980-an. Kebetulan kantor kami berdekatan. Dia di Jalan Borobudur, saya di Jalan Raden Saleh. Halah, apa hubungannya ya?
Ya, dia Ida Arimurti, penyiar kondang Delta FM, Jakarta, itu. Ayu, ning Es-Te-We. Anak-anak 80-an pasti mengenalnya dengan baik. Bahwa Ida tak mengenal mereka, itu bukan urusan saya to? « Read the rest of this entry »
Surat Pecas Ndahe
November 24, 2007 § 28 Komentar
Berapa lama waktu yang dibutuhkan sepucuk surat untuk sampai ke tujuan? Berapa kilometer per jam kecepatan secarik dokumen berjalan dari satu alamat ke alamat lain?
Saya menanyakan perkara itu pada sebuah malam yang getir kepada sebutir sekrup di sebuah pabrik besar bernama birokrasi.
“Ya ndak tentu, Ndoro,” begitu jawabannya. “Kalau yang nganter itu kurirnya perusahaan besar pengantar surat dan barang seperti yang di negeri tetangga itu, ya mungkin cepat. Dari Hong Kong ke Jakarta mungkin hanya perlu satu malam. Namanya overnight service.”
Tapi kan mahal?
“Relatif,” jawabnya. “Mahal tapi cepat sampai ya ndak apa-apa. Tapi, kalau mahal dan ndak tahu kapan sampainya, itu namanya sontoloyo.” « Read the rest of this entry »


