Delusi Pecas Ndahe

November 21, 2007 § 32 Komentar

Someone has gone too far and crossed the line. Mungkin dia mengalami delusi, tak bisa membedakan batas antara dunia nyata dan kehidupan di ranah blog. Kenapa Ndoro diam aja?

Pertanyaan itu datang tiba-tiba, singgah di handphone saya dini hari tadi. Antara kaget dan bingung, di tengah jalanan yang lengang, saya tercenung lama memikirkan pertanyaan dari seorang pengirim yang memilih anonim itu. Dan, tanpa izinnya saya kembalikan pertanyaan ini ke sampean semua, Ki Sanak.

Bukan apa-apa, saya cuma mau mengajak sampean mengenali dunia yang makin lama makin absurd ini. Ranah blog. Wilayah di mana, “Messages came across dan sampean ndak bakal tahu secara persis apa yang sesungguhnya ditulis orang,” kata seorang teman yang lain. « Read the rest of this entry »

Debat Pecas Ndahe

November 20, 2007 § 46 Komentar

Hohoho … belum sebulan nge-blog dan bergaul di ranah blog, Yusril Ihza Mahendra sudah melakukan perang terbuka melawan para pengritiknya di Indonesia Matters. Seru sekali mereka berperang kata sampai muncul yang kasar-kasar.

Ini perkembangan penting dan menarik untuk diikuti. Dan, buat kita sebetulnya, ndak penting siapa yang benar, dan siapa yang salah. Yang penting kedua belah pihak mendapatkan kesempatan yang sama untuk menyampaikan argumen masing-masing.

Saya ndak pernah membayangkan debat terbuka seperti ini bakal terjadi seandainya Yusril masih menjadi pejabat tinggi, baik sewaktu menjadi Menteri Kehakiman atau Menteri-Sekretaris Negara.

Lihat betapa kuatnya virus pengaruh blog bagi seseorang.

Saya jadi berandai-andai, seandainya para pejabat publik yang masih duduk di kursi jabatannya sekarang ini punya blog juga, lalu ada satu isu kontroversial yang menyangkut mereka, kira-kira apa yang terjadi ya? « Read the rest of this entry »

Calo Pecas Ndahe

November 19, 2007 § 21 Komentar

No comment ah … 😀 … Meski memang saya pernah di sana dan kenal orang yang dimaksud itu. Cuma saya heran aja, kok bisa-bisanya itu berita jadi kesannya “jeruk makan jeruk”.

Kecelakaan? Sabotase?

Menurut sampean bagaimana? « Read the rest of this entry »

Milan Pecas Ndahe

November 19, 2007 § 52 Komentar

Kota Milan baru bangun dari tidurnya ketika kami berjumpa di trotoar depan Hotel Principe di Savoia, di Piazza Della Repubblica 17, yang berdiri pada 1920 itu.

Langit jingga, seperti warna dinding hotel yang diterpa sinar matahari pagi yang meletek. Bayang-bayang pepohonan lindap. Embun merabas. Burung-burung melayap di antara dedaunan.

Jalanan yang diaspal lancap itu lengang. Hanya satu dua prahoto lewat. Lampu jalanan mulai padam satu per satu. Angin November mengremus kulit. Pedih. Saya lihat papan penunjuk temperatur di depan hotel menunjukkan angka 3 derajat Celsius. Pantes!

Diajeng merapikan mafela dan mengancingkan jaket kulit merahnya rapat-rapat. Parasnya yang lawa kemerahan tanda kedinginan. Tubuhnya bau lavender. Bibirnya dari tadi tak berhenti cengar-cengir … iseng. Saya tak tahan untuk mengacak-acak rambutnya.

Pagi itu Diajeng mau mengajak saya pelesir keliling Kota Milan. Ia hendak memamerkan kota yang membuatnya betah dan lupa pada seluruh kepedihan yang ditinggalkannya di Jakarta.

“Jadi kita mau ke mana dulu nih, Mas?” tanya Diajeng. “Ke Basilica di San Simpliciano yuk!” « Read the rest of this entry »

Setahun Pecas Ndahe

November 17, 2007 § 63 Komentar

Hari ini, tepat setahun sudah saya pindah blog dari sini ke sini. Dan, tanpa terasa telah banyak hal terjadi selama 365 hari yang berlari kencang ini.

Sampean mungkin sudah lupa bahwa posting pertama blog ini tentang kedatangan Bush di Kebun Raya, Bogor, yang bikin heboh itu. Selanjutnya, hampir setiap hari saya publikasikan aneka posting di sini dengan statistik seperti ini.

Semula saya ndak punya keinginan muluk-muluk ketika membangun blog di rumah baru ini. Saya cuma kepengen bisa seperti Paklik Isnogud — lelaki dengan suara seorang Yudhistira: orang yang bicara tentang kebersihan dan perdamaian biarpun di ambang perang — lewat posting-posting di blog ini. « Read the rest of this entry »