Blogvertorial Pecas Ndahe

November 16, 2007 § 38 Komentar

Ini dia biang kerok yang sempat membuat saya pernah misuh-misuh sampai bikin dua posting ini dan yang ini.

Ya, ini tentang pabrik listrik ndesit (PLN) yang mendadak pasang stiker merah dan biru berisi pemberitahuan tentang perubahan batas waktu pembayaran tagihan listrik. « Read the rest of this entry »

Gelinjang Pecas Ndahe

November 15, 2007 § 52 Komentar

Pada suatu siang yang muram, di pintu masuk sebuah plasa. Di atas, mendung tebal menggantung. Sebentar lagi pasti hujan tumpah.

Saya melihat lelaki itu dengan keanggunan seorang Arjuna yang tengah berdiri di atas kereta sambil mengangkat gandewa, sesaat sebelum anak-anak panahnya melesat dan menerjang tubuh Bhisma hingga terjungkal di Padang Kurusetra.

Tubuh gagahnya dibalut kemeja kotak-kotak kecil warna hijau, senada dengan pantalon hijau tuanya. Parasnya bersih. Rambutnya yang ikal dipotong pendek.

Lelaki itu terlihat gelisah, berkali-kali melihat arloji di pergelangan tangan kiri. Sebentar kemudian pandangannya beralih ke pelataran depan plasa, memperhatikan setiap pengunjung yang datang.

Saya menduga lelaki itu tengah menunggu seseorang, mungkin temannya, istrinya, pacar, atau kekasih gelapnya. « Read the rest of this entry »

Sarah Pecas Ndahe

November 14, 2007 § 78 Komentar

Perempuan bermata indah itu tiba-tiba ada di depan saya. Saya terpana karena seperti melihat ada manik-manik bening yang selalu berpendar di sana. Mmm … seperti taburan bintang di langit kelam. Haiyah.

Senyumnya mengembang lebar ketika tangan kami berjabat.

“Sarah,” begitu dia menyebutkan namanya dengan lembut, selembut telapak tangannya.

Ya, dia Sarah Astriani yang itu: anak bungsu dari tiga bersaudara, lahir 7 September 1988, pernah sekolah di SMA Bopkri II, depan Rumah Sakit Bethesda, Yogyakarta.

[Heh, itu kan sekolah saya dulu? Jadi, kamu terhitung satu almamater, adik sekolah jauh? Halah.]

Kami bertemu di Amadeus Cafe, Setiabudi Building, Jakarta, atas jasa baik Iman Brotoseno. “Sarah pengen ketemu temen-temen blogger,” kata Iman via SMS.

Jadilah kami, Iman, Sarah, Saya, Sir Mbilung, Ipul, dan Iqbal reriungan di bawah keremangan lampu kedai yang hangat. « Read the rest of this entry »

Dewa Pecas Ndahe

November 14, 2007 § 33 Komentar

Mengapa setiap perjumpaan dengan kawan-kawan sesama blogger selalu membuat kita gembira? Buat saya, kopdar itu pertama-tama adalah sebuah kehangatan lain yang tak saya temukan di ranah maya.


[dasar blogger, kopdar pun sambil ngeblog]

Dengan bertemu langsung, fish to fish (kata Tukul Arwana), saya bisa beroleh banyak hal yang serba baru: ya gagasan, pemikiran, gosip, visi, gojekan kere, dan sebagainya. « Read the rest of this entry »

Grouphugus Pecas Ndahe

November 13, 2007 § 34 Komentar

Ternyata ndak percuma saya punya sekondan penasihat urusan blog bernama Pujiono. Ia bukan hanya pengelana jalan sutera, melainkan juga perambah ranah maya yang andal.

Begitu membaca posting saya tentang situs Kuakui, dia langsung bergerak tanpa saya minta. Soalnya dia penasaran, situs seperti itu pasti punya akar di luar sana. Nothing new under the sun, bukan? « Read the rest of this entry »