Rain Pecas Ndahe

September 21, 2007 § 26 Komentar

Matahari. Tinggi. Terik. Kering. Lembab. Jalanan terbakar panas yang menyilaukan mata. Tenggorokan bak padang pasir tandus merindukan oase. Fatamorgana di cakrawala. Ah, kalau sudah begini, saya jadi teringat lagu milik Enya, A Day Without Rain« Read the rest of this entry »

Pesta Pecas Ndahe

September 20, 2007 § 148 Komentar

Ki Sanak, mari beramai-ramai datang ke acara Pesta Blogger 2007.

Pesta Blogger 2007 adalah acara silaturahmi dan halal bihalal untuk para blogger. Acara ini akan diadakan di Hard Rock Cafe, Jakarta, pada Sabtu, 27 Oktober 2007. Acara dimulai pukul 10.00 sampai selesai.

Siapa yang boleh datang?

Tentu saja sampean semua boleh hadir di acara yang rencananya akan dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informasi Muhammad Nuh itu. Blogger dari Jakarta, Bandung, Semarang, Yogya, Solo, Surabaya, juga kota-kota lain, baik di dalam maupun luar negeri, boleh datang. Perempuan dan laki-laki, lajang atau berpasangan, punya hak yang sama.

Bayar nggak, Ndoro? « Read the rest of this entry »

Koruptor Pecas Ndahe

September 19, 2007 § 22 Komentar

Ini yang namanya dagelan ra mutu dan ngeselin. Perserikatan Bangsa-Bangsa menempatkan Soeharto yang bekas presiden itu di peringkat teratas daftar penguasa di dunia yang diduga mengambil kekayaan negerinya sendiri.

Soeharto, yang diduga menilep kekayaan negara senilai US$ 15-35 miliar, mengungguli Ferdinand Marcos (Filipina), Mobutu Sese Seko (Zaire), Joseph Estrada (Filipina), Jean Claude “Papa Doc” Duvalier (Haiti), dan beberapa bekas penguasa lainnya. « Read the rest of this entry »

Hamburger Pecas Ndahe

September 19, 2007 § 31 Komentar

Para buruh pabrik, teman-teman saya itu, sering nggaya bila sedang berpuasa. Begitu tanda waktu Magrib tinggal sejam lagi, biasanya mereka langsung sibuk kasak-kusuk merancang dan mencari tempat ngabuburit.

Ada banyak pilihan, dan karena itu ada banyak kebingungan. Maklum, pabrik saya memang berada di kawasan yang dikelilingi para pedagang makanan yang beragam dan memang uenak-uenak.

Masalahnya, selera orang bisa beda-beda. Tiap orang pun datang dengan satu usulan. Ada yang usul buka puasa dengan soto ceker ayamlah, soto Betawilah, soto kikilah, sop kambinglah, dan sebagainya.

Kebetulan, kemarin sore ada sekelompok buruh yang memilih hamburger sebagai menu buka puasa. Paklik Isnogud langsung ngakak begitu mendengar rencana itu. Saya sampai harus menginjak kakinya supaya Paklik ndak terlalu terlihat sinis. « Read the rest of this entry »

Pijet Pecas Ndahe

September 18, 2007 § 30 Komentar

Saya punya teman laki-laki, sudah agak berumur, kira-kira 50+ tahun. Dia bekerja di pabrik kata-kata terbesar di republik ini. Dia dikenal sebagai penulis masalah sains dan penikmat musik klasik. Pertengahan Juli yang lalu, dia menikah [lagi].

Ah, biasa itu.

Memang. Tapi, begini, Ki Sanak.

Istrinya yang dulu itu seorang ilmuwan kondang, cuantik. Sampean mungkin kenal atau minimal pernah dengar namanya karena perempuan seperti dia itu jarang di sini.

Nah, istrinya yang sekarang [yang kedua] jauh lebih muda, yah 30+ tahun gitulah. Dia bukan orang terkenal tapi bodinya semloheh. Seksi gitu, deh. Profesinya itu ngurusin mas-mas [humas]. Tempat kerjanya juga di pabrik kata-kata.

Apa salahnya?

Ndak ada yang salah memang. Cuma, teman saya, perempuan, petinggi di pabrik wadah kondo jarak jauh, tiba-tiba menelepon saya untuk membicarakan pernikahan mereka. Halah. « Read the rest of this entry »