Harapan Pecas Ndahe

September 17, 2007 § 32 Komentar

One look at love and you may see
It weaves a web over mystery,
All ravelled threads can rend apart
For hope has a place in the lover’s heart.
Hope has a place in a lover’s heart … [Enya]

Malam yang murung di pabrik yang sepi. Para buruh sudah pulang sejak tadi. Tinggal satu-dua orang yang masih bertahan menyelesaikan pekerjaan. Sayup-sayup terdengar suara Enya menyanyikan Hope Has A Place yang nglangut itu dari pemutar CD milik seorang teman di pabrik. Ugh, hati saya ikut nglangut. Kosong.

Sudah tiga hari berlalu sejak Diajeng terbang ke Milan. Rasanya sudah bertahun-tahun. Saya masih belum mengerti juga bersama siapa dan mengapa ia mendadak pergi. Terlalu banyak yang saya ndak tahu. Saya sampai pecas ndahe memikirkan kelebatan bayangan demi bayangan hidup yang bersicepat melawan waktu. Seperti hubungan saya dan Diajeng dulu. « Read the rest of this entry »

Sabtu Pecas Ndahe

September 15, 2007 § 15 Komentar

Siang-siang panas begini, enaknya ngapain? Males-malesan? Lah iya toh, mau apa lagi?

Mending ndengerin Enya nyanyi Lazy Days saja, yuk!

Flexi Pecas Ndahe

September 14, 2007 § 37 Komentar

Sampean pelanggan Telkom Flexi? Bila iya, sebaiknya sampean hati-hati. Di blog sebelah, saya membaca ada telepon Flexi wartawan yang disadap padahal dia bukan pelaku kejahatan, bukan pula buronan polisi.

Lah, kenapa teleponnya disadap?

Rupanya, wartawan itu sedang menelusuri dugaan penggelapan pajak di anak perusahaan Raja Garuda Mas. Nah, beberapa pekan setelah investigasi itu, beredarlah rekaman komunikasi lewat pesan singkat (SMS) antara si wartawan dan sumbernya. Rekaman yang berasal dari Telkom Flexi itu lalu menyebar di kalangan wartawan lain.

Hmm, kasus yang aneh. Lebih aneh lagi Telkom sebagai operator. Kenapa rekaman SMS itu bisa bocor? Sebetulnya seberapa serius Telkom menghormati privasi pelanggan — sesuatu yang dijamin undang-undang telekomunikasi? Mengapa pula rekaman itu beredar ke mana-mana? « Read the rest of this entry »

Ledekan Pecas Ndahe

September 13, 2007 § 26 Komentar

Rabu kemarin ada tiga peristiwa internasional yang seolah-olah meledek kita. Anehnya, ndak ada yang merasa diledek, apalagi malu. Yang terjadi malah ironi yang bikin mangkel hati. Coba saja lihat berita ini:

Di Jepang, Perdana Menteri Shinzo Abe mengundurkan diri setelah partainya kalah dan popularitasnya turun.

Di Indonesia? Boro-boro mengundurkan diri, lah wong para tokoh yang jelas-jelas bikin salah dan ndak pernah populer malah jadi pejabat terus tuh.

Di Filipina, bekas presiden Joseph Estrada divonis penjara seumur hidup karena terbukti melakukan tindak kejahatan korupsi. « Read the rest of this entry »

Tarawih Pecas Ndahe

September 12, 2007 § 32 Komentar

Maksud hati berangkat salat tarawih di masjid, apa daya senyum Paklik Isnogud membuat langkah saya terhenti di gerbang pabrik.

Buru-buru saya mendekati Paklik dan bertanya, “Kenapa sampean malah mesam-mesem? Ngece? Ngeledek ya?”

Masih dengan senyumnya yang bikin hati saya mangkel, Paklik menjawab, “Ora Mas, ora. Saya ndak meledek sampean. Saya cuma heran, kok sampean tumben malam-malam sudah pakai sarung dan bawa sajadah segala. Mau ke masjid?”

“Lah iya pasti ke masjid, Paklik. Mosok mau ke bengkel.”

Paklik ngakak. “Wah, nesu ki … nesu … “

“Ndak nesu kok, Paklik. Tapi, jengkel.” « Read the rest of this entry »