Pramuka Pecas Ndahe
Agustus 14, 2007 § 16 Komentar
Secarik kenangan tiba-tiba mampir di hadapan saya begitu seorang penyiar radio mengirim kabar tadi pagi. Katanya, hari ini ada peringatan Hari Pramuka Nasional ke-46 dan ada perayaan segala di Taman Gajah Mada, Cibubur, Jakarta Timur. Presiden bahkan ikut hadir dan berpidato di acara keriaan praja muda karana itu.
Pramuka? Aha, sudah lama betul rasanya saya tak mendengar kata itu. Entah kapan saya terakhir mengikuti kabar tentang aktivitas organisasi berlambang tunas kelapa itu. Tapi, saya yakin Paklik Isnogud punya cerita asyik tentang dunia kepanduan di zamannya dulu. Saya jadi pengen tahu, apa komentarnya tentang pramuka.
Paklik terkekeh ketika saya datang dan memintanya bercerita soal kepanduan ketika usianya masih muda. “Sebetulnya saya malu loh, Mas. Soalnya, ternyata saya tak pernah melakukan apa-apa untuk kegiatan kepramukaan selama bertahun-tahun. Sebagai pramuka, hal ini memang cukup memalukan. Sampean tahu sebabnya?”
Saya menggeleng. « Read the rest of this entry »
Hizbut Pecas Ndahe
Agustus 13, 2007 § 33 Komentar
Minggu kemarin, Hizbut Thahir Indonesia menggelar Konferensi Khilafah Internasional di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Sore harinya, ketika kebetulan melintas di kawasan dalam Senayan, saya terjebak di tengah kemacetan peserta konferensi itu. Tapi, bukan kemacetan itu yang membuat hati saya bergetar melainkan apa yang bergemuruh di acara itu.
Pagi ini, saya baca di koran-koran, Hizbut Thahir ternyata menyatakan menolak demokrasi, tapi setuju terhadap pluralisme. Mereka menolak demokrasi karena ideologi ini berprinsip kedaulatan di tangan rakyat, padahal mereka menganggap kedaulatan itu milik Allah.
Mereka juga menuding bahwa demokrasilah penyebab terpuruknya Indonesia saat ini. “What has democracy brought us? Democracy only brings us secular policies, like what’s happening nowdays,” kata Ismail Yusanto, juru bicara Hizbut Thahir, seperti dikutip Jakarta Post.
Demokrasi?
Ah, tiba-tiba saya ingat Paklik Isnogud. Dia pernah bercerita tentang demokrasi. Menjelang hari kemerdekaan 17 Agustus, mungkin asyik juga mendengar cerita Paklik tentang Indonesia dan demokrasi … « Read the rest of this entry »
Kuis Pecas Ndahe
Agustus 11, 2007 § 30 Komentar
Ki Sanak, mari kita lupakan acara pemilihan gubernur Jakarta yang sudah ketahuan pemenangnya itu. Mari kita tinggalkan gegeran penemuan lagu kebangsaan Indonesia Raya 3 stanza. Kini saatnya kita kembali ke kehidupan yang normal, yang penuh tikungan mengejutkan itu.
Nah, sekarang saya punya sebuah kuis buat sampean semua. Tentu saja ini kuis iseng-iseng tanpa hadiah, jadi jangan dianggap serius. Tapi, siapa tahu dengan menjawab kuis ini wawasan jadi bertambah.
Begini kuisnya. Ini ada sebait puisi Spanyol. Bacalah baik-baik, paling sedikit dua kali:
COMO CAMBIAR LA CINTA
Quite la cubierta y enrolle toda la cinta
gastada en un solo carrete
Saque la cinta de la horquilla portacintas
Tome los carretes y: descuelge la cinta del carrete vacio.
Pertanyaan:
a) Apa tema puisi ini sebenarnya? Pilih salah satu:
1. Tentang asmara yang merana di Andalusia.
2. Tentang sindiran untuk keluarga Somoza yang korup di Nikaragua.
3. Tentang keterampilan menggunakan sepuluh jari.
b) Siapa penerbitnya?
c) Di mana bisa dibeli?
Jelas? Sudah dijawab (dalam hati juga boleh)? Inilah jawaban yang benar. « Read the rest of this entry »
Gempa Pecas Ndahe
Agustus 10, 2007 § 25 Komentar
Setelah banjir merendam Jakarta tempo hari, banyak pengembang perumahan yang memasang iklan di mana-mana dengan kalimat yang tertulis besar-besar, “Bebas Banjir.”
Nah, setelah gempa bumi bergoyang di mana-mana, termasuk pada Kamis dini hari kemarin, kira-kira ada ndak ya pengembang perumahan yang berani mengklaim kawasan yang dijualnya dengan kata-kata, “Bebas Gempa”?
Soalnya begini, Ki Sanak. Fakta menunjukkan bahwa gempa bumi, baik yang tektonik maupun vulkanik, tak menggoyang semua daerah. Lindu hanya melanda daerah-daerah yang masuk dalam jalur gempa tektonik (kawasan sesar dan patahan), atau kawasan yang termasuk “Ring of Fire”.
Tingkat kerusakan gempa di tiap wilayah pun berbeda-beda. Daerah yang berada di atas batuan keras, misalnya, kemungkinan besar tak terlalu parah jika dilanda gempa. Sebaliknya, kawasan yang berada di atas tanah lembek kemungkinan besar bakal babak belur bila kena gempa. « Read the rest of this entry »
Babad Pecas Ndahe
Agustus 9, 2007 § 26 Komentar
Apa beda antara sejarah dan babad? Bagaimana dengan dongeng dan mitos?
Paklik Isnogud manggut-manggut, serius, mendengar pertanyaan saya. Sebelum menjawab, ia menyesap sedikit kopi di cangkir, lalu melinting tembakau Marsbrand.
“Tentang sejarah, saya ingat kakek saya, Mas,” kata Paklik. “Kakek pernah bercerita bahwa Nabi Adam sebenarnya turun di Pulau Jawa. Lihatlah bagaimana silsilah yang tercantum dalam Babad Tanah Jawi, kata kakek.”
“Bagaimana silsilah dalam Babad itu, Paklik?”
“Dalam babad itu, disebutkan bahwa Nabi Adam punya anak bernama Sis. Sis ini beranak cucu hingga akhirnya lahir Batara Guru. Batara Guru beranak 5, di antaranya Batara Wisnu. Nah, di pulau Jawa ini Batara Wisnu jadi raja, bergelar Prabu Set … « Read the rest of this entry »

